🔍 Tiga Temuan Utama
- Penurunan Signifikan Jumlah Pemudik 📉: Jumlah pemudik Lebaran 2025 diprediksi turun 24% menjadi 146,48 juta orang akibat pelemahan daya beli, inflasi, dan PHK massal[1][2][3].
- Kontraksi Perputaran Uang 💰: Perputaran uang selama Lebaran 2025 diproyeksikan turun 12,28% menjadi Rp137,975 triliun, berdampak pada UMKM dan ekonomi daerah[4][5][3].
- Respons Kebijakan Pemerintah 📋: Pemerintah mengimplementasikan kebijakan Work From Anywhere (WFA), diskon transportasi, dan stimulus ekonomi untuk mengatasi penurunan partisipasi mudik dan menjaga stabilitas konsumsi[1][6][7].
👨👩👧👦 Profil Pemudik dan Perubahan Demografis
Segmentasi Berbasis Pendapatan 💵
Tahun 2025 menunjukkan pergeseran signifikan dalam komposisi pemudik. Kelompok berpenghasilan menengah ke bawah (Rp3–5 juta/bulan) mengalami penurunan partisipasi sebesar 18% akibat kenaikan biaya transportasi dan kebutuhan pokok[8][9]. Sebaliknya, kelompok berpenghasilan tinggi (Rp10 juta+/bulan) tetap mempertahankan tradisi mudik, meski dengan durasi lebih singkat (3–4 hari) dibandingkan rata-rata 7 hari pada 2024[10][7].
Pola Pemilihan Moda Transportasi 🚌
Bus menjadi moda transportasi utama dengan peningkatan penumpang sebesar 94% pada H-4 Lebaran[11]. Lonjakan ini dipicu oleh kebijakan diskon tarif hingga 30% untuk angkutan darat[6][7]. Namun, penggunaan mobil pribadi tetap mendominasi (33,69 juta pemudik), meski biaya bensin dan tol meningkat 20–30%[10][8].
💸 Daya Beli Masyarakat dan Perilaku Konsumsi
Inflasi dan Deflasi Jelang Lebaran 📊
Deflasi terjadi selama Januari–Februari 2025 (-0,09% tahunan), terutama pada kelompok makanan dan perumahan[12][13]. Meski pemerintah memberikan diskon listrik 50%, daya beli tetap melemah akibat PHK di sektor manufaktur (77.965 kasus pada 2024)[8][9][12]. Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2025 turun 0,5% secara tahunan, dengan penjualan makanan dan minuman merosot 1,7%[13].
Pergeseran Pola Belanja 🛒
Masyarakat mengalihkan anggaran belanja dari kebutuhan tersier (oleh-oleh, pakaian baru) ke kebutuhan pokok. Survei Mandiri Spending Index menunjukkan pertumbuhan belanja mingguan hanya 1,4% pada Maret 2025, turun dari 4,7% di 2024[14][3]. Sebanyak 62% responden mengaku mengurangi anggaran THR menjadi Rp500.000–Rp1 juta per penerima, turun dari rata-rata Rp1,5 juta pada 2024[4][3].
📈 Indikator Ekonomi Makro dan Dampaknya
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2025 🏢
Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 hanya mencapai 4,5%, di bawah target pemerintah (5,3%)[8][9]. Sektor konsumsi rumah tangga, yang biasanya terdongkrak mudik, tumbuh lambat (3,8%) akibat penurunan permintaan transportasi dan akomodasi[5][15]. Penerimaan PPN dalam negeri merosot drastis dari Rp35,6 triliun (Januari 2024) menjadi Rp2,58 triliun (Januari 2025)[3].
Dampak Sektor Tenaga Kerja 👷♂️
PHK massal di industri tekstil dan manufaktur mengurangi kemampuan finansial pekerja untuk mudik. Sebanyak 4.050 pekerja kehilangan pekerjaan di awal 2025, terutama di Jawa Barat dan Banten[8][9]. Upah riil di sektor manufaktur juga stagnan, hanya tumbuh 1,2% (yoy), tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok (4,5%)[12][13].
🏛️ Kebijakan Pemerintah dan Efektivitasnya
Diskon Transportasi dan WFA 🚆
Kebijakan diskon tarif transportasi darat (30%) dan udara (15%) berhasil meningkatkan jumlah pemudik menggunakan bus (300.973 penumpang pada H-4)[11][7]. Namun, kebijakan Work From Anywhere (WFA) justru mempercepat puncak arus mudik ke 28 Maret 2025 (H-3), menciptakan kepadatan di jalur utama seperti Trans-Jawa[1][16].
Stimulus Ekonomi dan Bansos 💳
Pemerintah mengalokasikan Rp150 triliun untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Rp16,6 triliun untuk penyerapan beras oleh Bulog[6]. Meski demikian, penyaluran bansos dinilai lambat: hanya 45% dana PKH terealisasi pada Maret 2025[6][12]. Efektivitas stimulus terhambat oleh birokrasi dan ketidaktepatan sasaran.
🏘️ Dampak Ekonomi Regional
Penurunan Perputaran Uang di Daerah 💲
Daerah tujuan mudik seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur diprediksi kehilangan pendapatan hingga Rp12 triliun akibat penurunan jumlah pemudik[8][5]. UMKM kuliner dan oleh-oleh di Yogyakarta melaporkan penurunan omset 40–50% dibandingkan Lebaran 2024[8][3]. Sektor pariwisata lokal juga terdampak: kunjungan wisatawan di Batu (Malang) turun 35%[15].
Ketimpangan Antardaerah 🗺️
Wilayah luar Jawa lebih rentan terhadap penurunan pemudik. Di Sumatera Barat, 60% UMKM mengandalkan permintaan Lebaran untuk menutup kerugian tahunan[15]. Sebaliknya, daerah urban seperti Jakarta justru mengalami peningkatan belanja online (12%) akibat masyarakat yang memilih tidak mudik[14][13].
📋 Metodologi dan Rekomendasi Riset
Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif 📊
Survei Kemenhub bekerja sama dengan Litbang Kompas (n=10.000 responden) menjadi basis proyeksi pemudik[1][10]. Namun, perlu pendalaman kualitatif melalui wawancara dengan pekerja PHK dan keluarga berpenghasilan rendah untuk memahami faktor non-ekonomi (misal: tekanan sosial) dalam keputusan tidak mudik[3][12].
Analisis Multiplier Effect 🔄
Multiplier effect mudik diperkirakan turun dari 1,8x (2024) menjadi 1,2x (2025), mengurangi dampak terhadap sektor pendukung seperti logistik dan perhotelan[15]. Penelitian perlu membandingkan data BPS (PDRB daerah) dengan transaksi elektronik (e-money) untuk mengukur akurasi perputaran uang[5][13].
🔮 Kesimpulan dan Proyeksi ke Depan
Penurunan jumlah pemudik Lebaran 2025 mencerminkan krisis daya beli dan ketidakpastian ekonomi global. Meski pemerintah telah merespons dengan kebijakan diskon dan WFA, efektivitasnya terbatas tanpa perbaikan fundamental di sektor ketenagakerjaan dan stabilisasi harga. Perlu sinergi antara stimulus fiskal, penguatan UMKM, dan reformasi sistem distribusi bansos untuk memulihkan tradisi mudik sebagai penggerak ekonomi nasional.
📚 Referensi:
- [1] Potensi Pergerakan Capai 146,48 Juta Orang, Puncak Arus Mudik … https://www.dephub.go.id/post/read/survei-potensi-pergerakan-masyarakat-angkutan-lebaran-2025,-menhub-dudy–potensi-pergerakan-capai-146,48-juta-orang,-puncak-arus-mudik-28-maret-2025
- [2] Indef: Jumlah Pemudik 2025 Anjlok karena Daya Beli Lemah https://ekonomi.bisnis.com/read/20250319/9/1863030/indef-jumlah-pemudik-2025-anjlok-karena-daya-beli-lemah
- [3] Belanja Lebaran-Pemudik Menurun, Pakar UGM: Ekonomi Sedang … https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7843265/belanja-lebaran-pemudik-menurun-pakar-ugm-ekonomi-sedang-tidak-baik-baik-saja
- [4] Berapa Sih Biaya yang Dikeluarkan untuk Mudik Lebaran? Simak … https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/GNGzrxpK-berapa-sih-biaya-yang-dikeluarkan-untuk-mudik-lebaran-simak-perhitungannya
- [5] Mudik Lebaran 2025: Tradisi Kuat, Penggerak Ekonomi Nasional https://planet.merdeka.com/hot-news/mudik-lebaran-2025-tradisi-kuat-penggerak-ekonomi-nasional-362820-mvk.html
- [6] 7 Stimulus Ekonomi Prabowo saat Ramadan dan Lebaran 2025 https://www.tempo.co/ekonomi/7-stimulus-ekonomi-prabowo-saat-ramadan-dan-lebaran-2025–1218060
- [7] Lihat Lagi, Sederet Kebijakan Pemerintah Terkait Mudik 2025 https://www.merdeka.com/peristiwa/lihat-lagi-sederet-kebijakan-pemerintah-terkait-mudik-2025-362198-mvk.html
- [8] Lebaran 2025: Biaya Mudik Naik, PHK Meningkat, dan Prediksi … https://analisis.republika.co.id/berita/stdpe7475/lebaran-2025-biaya-mudik-naik-phk-meningkat-dan-prediksi-penurunan-ekonomi-kok-begini
- [9] Lebaran 2025: Biaya Mudik Naik, PHK Meningkat, dan Prediksi … https://majalahceo.co.id/2025/03/18/lebaran-2025-biaya-mudik-naik-phk-meningkat-dan-prediksi-penurunan-ekonomi-apa-yang-salah/
- [10] Menhub Prediksi Puncak Arus Mudik 2025 Terjadi pada H-3 Lebaran https://news.detik.com/berita/d-7817793/menhub-prediksi-puncak-arus-mudik-2025-terjadi-pada-h-3-lebaran
- [11] H-4 Lebaran, Jumlah Penumpang Angkutan Bus Alami Peningkatan … https://dephub.go.id/post/read/h-4-lebaran,-jumlah-penumpang-angkutan-bus-alami-peningkatan-signifikan
- [12] Anomali Konsumsi Jelang Lebaran 2025, Dampak Krisis Daya Beli … https://katadata.co.id/finansial/makro/67e4f9c95c06f/anomali-konsumsi-jelang-lebaran-2025-dampak-krisis-daya-beli-kelas-menengah
- [13] Riset CORE: Daya Beli Turun, Anomali Konsumsi Jelang Lebaran … https://www.jawapos.com/ekonomi/015826687/riset-core-daya-beli-turun-anomali-konsumsi-jelang-lebaran-2025
- [14] Kondisi Ekonomi RI Jelang Lebaran 2025, Warga RI Ogah Belanja https://www.cnbcindonesia.com/news/20250325075225-4-621407/kondisi-ekonomi-ri-jelang-lebaran-2025-warga-ri-ogah-belanja
- [15] Arus Mudik Lebaran Menggerakkan Multiplier Effect Ekonomi … https://jambi.antaranews.com/berita/609633/arus-mudik-lebaran-menggerakkan-multiplier-effect-ekonomi-nasional
- [16] Menhub sebut WFA pengaruhi penguraian pemudik Lebaran 2025 https://www.antaranews.com/berita/4741453/menhub-sebut-wfa-pengaruhi-penguraian-pemudik-lebaran-2025
DISCLAIMER: Data dan analisis yang tercantum dapat tidak akurat atau keliru, oleh karena itu lakukan penelitian mandiri (DYOR – Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan apapun.
Tinggalkan komentar