Berita Mingguan – Sektor Halal Global – 29 Maret 2025

Industri halal global berkembang pesat melampaui sertifikasi makanan tradisional menjadi ekosistem ekonomi komprehensif yang mencakup finance, kosmetik, pariwisata, teknologi, dan inisiatif budaya, dengan perkembangan terbaru menunjukkan pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya di berbagai sektor dan wilayah geografis. 🌏🔍

Perkembangan Utama Industri

Pasar Kosmetik Halal Eropa Menunjukkan Potensi Pertumbuhan yang Kuat 🌷💄

Pasar kosmetik halal Eropa diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan hingga 2030, menurut laporan komprehensif yang dirilis pada 27 Maret. Segmen perawatan kulit muncul sebagai pemimpin pasar pada 2022, dengan wanita mewakili basis konsumen utama. Laporan tersebut menyoroti bahwa toko khusus saat ini mendominasi saluran distribusi, meskipun e-commerce dengan cepat mendapatkan popularitas[1]. Eropa Barat, khususnya Inggris dan Prancis, memimpin pasar karena populasi Muslim yang besar dan kerangka kerja sertifikasi halal yang kuat, sementara Turki berfungsi sebagai produsen dan eksportir utama di Eropa Selatan[1].

Abu Dhabi Islamic Bank Melaporkan Kinerja Luar Biasa 🏦📈

Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) telah melaporkan pertumbuhan earnings per share yang mengesankan sebesar 38% compound selama tiga tahun terakhir, memposisikannya sebagai peluang investasi yang menarik di sektor perbankan Islam. Analisis 28 Maret menyoroti pertumbuhan revenue bank yang kuat sebesar 17% menjadi د.إ10b, sambil mempertahankan EBIT margin yang konsisten[2]. Laporan tersebut mencatat kepemilikan insider yang signifikan senilai د.إ1.1b, menunjukkan kepercayaan internal yang kuat terhadap prospek masa depan lembaga tersebut[2].

Bahrain Mengumumkan Program Sertifikasi Halal 🇧🇭🍗

Bahrain mengungkapkan rencana pada 29 Maret untuk memperkenalkan program sertifikasi halal komprehensif bersama dengan investasi signifikan dalam produksi unggas. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian unggas negara dari 30% menjadi 55% dan meningkatkan produksi telur sebesar 42%, meningkatkan kemandirian dari 40% menjadi 70%[3]. Pemerintah telah menyiapkan tiga bidang tanah khusus untuk investasi peternakan sebagai bagian dari proposal anggaran 2025-2026[3].

Industri Halal Inggris Didesak untuk Mendukung Inisiatif Budaya 🇬🇧🎭

Laporan baru yang dirilis pada 28 Maret oleh think tank Muslim Inggris Equi merekomendasikan agar industri halal Inggris yang bernilai £2 miliar menginvestasikan kembali keuntungan ke dalam inisiatif seni dan budaya Muslim yang kekurangan dana. Laporan tersebut menekankan bahwa ekonomi halal meluas jauh melampaui makanan ke sektor fintech, kosmetik, dan perjalanan, dengan bisnis menanggung tanggung jawab perusahaan terhadap komunitas yang mereka layani[4]. “Sama seperti tim sepak bola ditanyakan tentang bagaimana mereka memberikan kembali kepada komunitas mereka, industri halal juga harus diminta untuk berkontribusi pada komunitas yang mereka layani,” catat penulis laporan tersebut[4].

Pembaruan Keuangan dan Kebijakan

Implikasi UK Spring Statement 2025 bagi Wajib Pajak Muslim 🇬🇧💰

UK Spring Statement yang disampaikan pada 26 Maret menghadirkan beberapa implikasi bagi wajib pajak Muslim, berfokus pada pemotongan pengeluaran dan rekalibrasi ekonomi daripada kenaikan pajak yang terlihat dalam anggaran musim gugur sebelumnya[5]. Pernyataan tersebut memicu diskusi tentang model keuangan Islam alternatif, termasuk struktur pajak yang terinspirasi zakat yang akan “mengenakan pajak pada stagnasi daripada produktivitas” dan kebangkitan waqf (sumbangan amal) sebagai kendaraan investasi komunitas yang berkelanjutan[5].

Indonesia Memposisikan Sertifikasi Halal sebagai Gerbang Pasar Global 🇮🇩🌍

Pejabat pemerintah Indonesia menekankan pada 12 Maret bahwa sertifikasi halal harus dipandang sebagai peluang daripada beban bagi produsen lokal yang mencari akses pasar global. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti kasus sukses produk halal bersertifikat lokal yang menembus pasar internasional[6]. Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia mencatat bahwa Indonesia saat ini menduduki peringkat kedelapan dalam ekspor halal ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), meskipun pasar konsumen Muslim global mencapai $3 triliun[6].

Tren dan Acara Pasar

Ramadan dan Idul Fitri Mendorong Aktivitas Ritel yang Signifikan 🛍️🌙

Menjelang berakhirnya Ramadan 2025, umat Muslim di seluruh dunia bersiap untuk merayakan Idul Fitri, menghasilkan aktivitas ritel yang besar di sektor pakaian, makanan, dan perjalanan. Foto-foto terbaru dari pasar di Pakistan, Indonesia, dan Irak menunjukkan pembeli membeli pakaian dan barang-barang festif lainnya untuk liburan[7]. Di Prancis, di mana Ramadan dimulai pada 1 Maret, perhitungan astronomi menunjukkan Idul Fitri akan terjadi sekitar 30 Maret, dengan konfirmasi resmi diharapkan selama “Malam Keraguan” ketika otoritas agama mengamati bulan sabit[8].

Pariwisata Halal Muncul sebagai Tren Perjalanan Terkemuka 🧕✈️

Pariwisata halal telah diidentifikasi sebagai tren perjalanan dominan untuk Ramadan 2025, dengan tujuan seperti Brunei, Indonesia, Maroko, Mesir, Malaysia, dan UEA khusus melayani kebutuhan wisatawan Muslim[9]. Negara-negara ini menawarkan pengalaman yang disesuaikan termasuk pilihan makan halal, fasilitas shalat, dan acara Ramadan khusus. Pasar perjalanan Muslim global diperkirakan akan mencapai $300 miliar pada 2026, menurut Global Muslim Travel Index[9].

Pengusaha Indonesia Membidik Pasar Libya 🇮🇩🇱🇾

Pengusaha Indonesia bersiap untuk memamerkan produk halal di Pameran Internasional Tripoli yang akan datang yang dijadwalkan pada 22-28 April 2025. Tujuh perusahaan Indonesia telah menyatakan minat untuk memamerkan berbagai produk halal termasuk furnitur, makanan dan minuman kemasan, obat herbal, dan pakaian Muslim[10]. Inisiatif ini mencerminkan hubungan perdagangan yang berkembang antara Indonesia dan Libya, dengan produk Indonesia semakin tersedia di pasar Libya[10].

Vietnam Menggunakan Blockchain untuk Sertifikasi Halal 🇻🇳⛓️

Eksportir pertanian Vietnam memanfaatkan teknologi blockchain untuk menyertifikasi produk halal, membidik pasar makanan halal global senilai $3 triliun. Teknologi tersebut memungkinkan pencatatan transparan dari semua proses dari lahan hingga meja makan, membuktikan kepatuhan terhadap hukum makanan Islam dan mengatasi tantangan peraturan halal lokal yang bervariasi[11]. Perusahaan Vietnam secara khusus berfokus pada pasar di Timur Tengah, Malaysia, dan Indonesia, dengan pasar makanan halal global diproyeksikan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 12,4% untuk mencapai $9,5 triliun pada 2034[11].

Kesimpulan

Perkembangan minggu lalu menunjukkan ekspansi dan diversifikasi industri halal yang berkelanjutan. Dari teknologi sertifikasi inovatif hingga pertumbuhan keuangan, kontribusi budaya, dan pariwisata khusus, sektor ekonomi Islam menunjukkan kemampuan beradaptasi dan potensi pertumbuhan yang luar biasa. Inisiatif pemerintah di berbagai negara menunjukkan pengakuan yang meningkat akan signifikansi ekonomi halal, sementara investasi sektor swasta menunjukkan kepercayaan pada ekspansi pasar yang berkelanjutan. 🚀🌱

Daftar Pustaka:

Disclaimer: Artikel ini bukan merupakan nasihat keuangan. Bagi umat Muslim, disarankan untuk memeriksa kesesuaian dengan prinsip Syariah terlebih dahulu. Data dan analisis dapat tidak akurat atau keliru, oleh karena itu pembaca diharapkan untuk melakukan penelitian sendiri (DYOR – Do Your Own Research).


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar