Analisis Pasar Komoditas – Mingguan – 30 Maret 2025

Poin Utama 🔑📊

  1. Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa ✨🥇, ditutup minggu ini pada $3.083,95/oz (+1,12%), didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan revisi perkiraan ke atas dari Goldman Sachs menjadi $3.300/oz untuk tahun 2025[1][2].
  2. Tembaga naik 4,2% 🔶🚀 mendekati level tertinggi sepanjang masa karena spekulasi tarif dan penimbunan strategis oleh China, meskipun ada sinyal bearish dari tekanan deflasi di China[3][4].
  3. Minyak mentah WTI pulih 8% 🛢️📈 menjadi $67/barrel setelah pengetatan sanksi terhadap Iran/Rusia, meskipun perkiraan jangka panjang EIA memproyeksikan penurunan pada 2026 menjadi $62,50/barrel[5][6][7].

Pergerakan Signifikan Komoditas (24-30 Maret 2025) 📈📉

Logam Mulia: Rally Emas Bersejarah ✨💎

Reli emas yang memecahkan rekor semakin intensif, dengan harga spot mencapai $3.083,95/oz pada 28 Maret[1]. Lonjakan ini mencerminkan:

  • Permintaan safe-haven 🏦🛡️ di tengah meningkatnya ketegangan tarif AS-China, termasuk tarif mobil 25% baru yang diumumkan pada 27 Maret[2][8].
  • Pembelian bank sentral 🏛️💰, dengan arus masuk ETF naik 15% YTD karena institusi melindungi nilai terhadap volatilitas mata uang[9].
  • Breakout teknikal 📊🚀 di atas resistensi $3.040, didukung oleh kemiringan moving average 200 hari sebesar +2,3%[5].

Perak berkinerja lebih rendah dibanding emas, hanya naik 0,53% secara domestik menjadi ₹1,02,210/kg[1], dibatasi oleh kekhawatiran permintaan industri. Platinum dan paladium tetap dalam kisaran yang terbatas, dengan inventaris LME naik 4,1%[9].

Energi: Pemulihan Minyak oleh Faktor Geopolitik ⚡🛢️

Minyak mentah WTI naik ke $67/barrel (+8% mingguan), menghapus kerugian Maret, karena:

  • Sanksi Iran-Rusia diperketat 🚫🌐, mengurangi pasokan global sekitar ~1,2 juta barrel/hari[5].
  • EIA merevisi perkiraan 2025 ke atas 📝📈 menjadi $70,68/barrel, meskipun proyeksi 2026 turun menjadi $64,97[6].
  • Investasi kilang Indonesia 🏭💰 ($12,5 miliar untuk kapasitas 531.500 bpd) menandakan permintaan jangka panjang[4].

Minyak mentah Brent tertinggal, hanya naik 2,3% karena ketidakpastian permintaan akibat tarif[9]. Gas alam turun 5% menjadi $4,10/MMBtu karena persediaan AS naik 3,8%[10].

Logam Dasar: Volatilitas Tembaga Akibat Tarif 🔶⚙️

Futures tembaga melonjak 4,2% menjadi $9.840/ton, didorong oleh:

  • Penimbunan pra-tarif: NDRC China mempercepat cadangan strategis, membeli 120.000 ton[3].
  • Risiko pasokan: Investigasi tarif Departemen Perdagangan AS mengancam bea impor 25%[3].

Namun, deflasi China Februari (-0,7% YoY) dan output industri yang lemah menekan kenaikan, dengan inventaris LME zinc naik 7%[4][9].

Pertanian: Perbedaan antara Softs vs Grains 🌱🌾

  • Kakao dan kopi 🍫☕ melanjutkan kenaikan (+2,8% WoW), melanjutkan reli 58% tahun 2024, karena El Niño mengganggu panen Afrika Barat[11][10].
  • Jagung dan kedelai 🌽🌱 turun 3-5% karena proyeksi stok USDA yang tidak berubah dan pemotongan ekspor Brasil menjadi 44 juta ton[12].
  • Perut babi anjlok 30% bulanan 🐖📉 menjadi $137,44/cwt di tengah ketidakpastian ekspor akibat tarif[10].

Komoditas untuk Diperhatikan (31 Maret-6 April 2025) 👀💼

Emas: Konsolidasi atau Kelanjutan? 🥇🔍

Emas menghadapi ujian penting pada resistensi $3.100. Faktor kunci:

  • Sinyal pemangkasan suku bunga Fed: Data inflasi AS yang lunak menaikkan probabilitas pemangkasan Juni menjadi 68%[5][2].
  • Risiko eskalasi tarif: Tarif otomotif dan resiprokal yang berlaku 1 April dapat mendorong arus masuk baru[2][8].

Tindakan: Pertahankan posisi long dengan trailing stop di $3.040. Penutupan di atas $3.100 menjustifikasi entry pasar spot untuk kepemilikan jangka menengah.

Tembaga: Tepi Tebing Tarif 🔶⚠️

Trajektori logam ini bergantung pada:

  • Pengumuman tarif AS 2 April: Bea 25% akan mengganggu 38% impor AS dari Chili/Meksiko[3][4].
  • Stimulus China: Target PDB 5% membutuhkan belanja infrastruktur, mendukung permintaan[4].

Tindakan: Lindungi nilai futures long dengan puts menjelang 2 April. Pedagang spot sebaiknya membidik range $9.500-$10.100.

Minyak Mentah WTI: Resistensi di $70 🛢️🚧

Meskipun kenaikan baru-baru ini, WTI menghadapi:

  • Keraguan kepatuhan OPEC+: Produksi Rusia Maret melebihi kuota sebesar 120.000 bpd[5].
  • Pelepasan SPR AS: Cadangan strategis naik 2,1 juta barrel, membatasi potensi kenaikan[7].

Tindakan: Jual kontrak spot di atas $69,50; support berada di $65.

Tindakan Strategis untuk Investor 💰📋

Jangka Menengah (3-6 Bulan) 🕒📊

  1. Strategi Rasio Emas/Perak: Rasio mencapai 88,4 (emas $3.083,95 vs perak $34,10), mendekati puncak 2024 yaitu 90. Alokasikan 10% ke ETF perak (misalnya, SIVR) mengantisipasi mean reversion[1][2].
  2. Perusahaan Tambang Tembaga: Beli Freeport-McMoRan (FCX) dan Southern Copper (SCCO) saat turun di bawah $42 dan $78, masing-masing. Tarif dapat mendorong produsen domestik[3][4].

Jangka Panjang (12+ Bulan) 📆💎

  1. Komoditas Pertanian Soft: Futures kakao (Mei 2026) pada $12.400/ton menawarkan potensi kenaikan 20% karena gangguan iklim mengurangi panen 2025/26 sebesar 8%[11][10].
  2. Logam Transisi Energi: Spot nikel ($21.500/ton) dinilai terlalu rendah; bangun posisi untuk pemulihan permintaan baterai EV setelah 2026[13].

Manajemen Risiko ⚠️🛡️

  • Stop-loss: Tetapkan pada 5% di bawah entry untuk perdagangan spot, 8% untuk futures.
  • Diversifikasi: Alokasikan 40% ke logam mulia, 30% ke energi, 20% ke logam dasar, dan 10% ke pertanian[14][15].

Kesimpulan 📝🔄

Minggu lalu menyoroti ketahanan emas dan volatilitas tembaga yang didorong tarif, sementara pemulihan minyak menghadapi hambatan struktural. Minggu depan, fokus pada isyarat kebijakan Fed, implementasi tarif AS-China, dan pola cuaca pertanian. Pedagang spot harus memprioritaskan emas dan tembaga, sementara investor jangka panjang mengakumulasi nikel dan kakao saat harganya melemah.

Referensi: 📚🔗

Disclaimer ⚠️📣

Laporan ini bukan merupakan nasihat keuangan. Jika Anda seorang Muslim, Anda harus memeriksa kepatuhan Syariah terlebih dahulu. Data dan analisis dapat tidak akurat atau sama sekali keliru. Anda harus melakukan riset mandiri (DYOR – Do Your Own Research).


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar