Analisis Pasar Saham Halal US – Mingguan – 30 Maret 2025

Poin-poin Penting 📊

  1. Kemunduran Pasar Secara Luas 📉: S&P 500 Shariah Index turun 2,02% selama minggu lalu, menunjukkan kinerja yang lebih rendah dibandingkan indeks konvensional di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan pengambilan keuntungan pada saham teknologi yang terlalu tinggi nilainya[1][2].
  2. Divergensi Sektor 🔄: Sektor kesehatan dan energi menunjukkan ketahanan, sementara keuangan dan utilitas tertinggal karena sensitivitas terhadap suku bunga dan kekhawatiran regulasi[1][4].
  3. Dinamika ETF 💼: Wahed FTSE USA Shariah ETF (HLAL) mengalami arus masuk yang kecil (+0,45% mingguan) tetapi mengumumkan dividen kuartalan sebesar $0,08/saham, menandakan stabilitas dalam menghasilkan pendapatan[3][9].

Analisis Kinerja Mingguan Indeks yang Sesuai Syariah 📈

S&P 500 Shariah Index: Analisis Teknikal 🔍

Indeks ditutup pada level 5.453,97 PTS pada 28 Maret, turun 2,02% untuk minggu ini[2]. Indikator teknikal utama menunjukkan:

  • Momentum Bearish 🐻: Indeks menembus rata-rata pergerakan 50 hari (5.878,82) dan rata-rata pergerakan 100 hari (5.934,71), dengan RSI (14 hari) pada level 43,23 menandakan kondisi oversold[2].
  • Tekanan Sektoral 🏢: Saham teknologi, yang merupakan 20,3% dari indeks, turun 3,1% di tengah pengambilan keuntungan pada saham terkait AI seperti NVIDIA (-4,2%) dan Microsoft (-2,8%)[1][5].

FTSE USA Shariah Index dan HLAL ETF 💼

Wahed FTSE USA Shariah ETF (HLAL) diperdagangkan pada €13,49 pada 24 Maret, dengan keuntungan intraday 1,66% yang terkoreksi oleh penurunan pasar yang lebih luas[3]. Kepemilikan terbesarnya—Apple, Microsoft, dan NVIDIA—secara kolektif menyumbang 32% dari aset, mencerminkan risiko konsentrasi pada teknologi berkapitalisasi besar[3][6].

Kinerja Sektor 📋

SektorPerubahan MingguanPendorong Utama
Kesehatan+1,2% 🩺Eli Lilly (+3,5%) pada permintaan obat obesitas; J&J (+1,8%)[1][5]
Energi-0,8% ⚡Volatilitas harga minyak (-4% Brent crude) menekan Exxon dan Chevron[1][7]
Teknologi-3,1% 💻Pengambilan keuntungan pada pemimpin AI; Meta (-2,1%) pada kekhawatiran antitrust[2][5]
Keuangan-2,4% 💰Penundaan pemotongan suku bunga merugikan fintech yang sesuai syariah seperti Visa (-1,9%)[8][10]

Pergerakan Saham Signifikan: 23–30 Maret 🚀

Top Gainers ⬆️

  1. Eli Lilly (LLY): +3,5% 🌟
    • Didorong oleh FDA yang mempercepat uji coba obat obesitasnya, dengan kapitalisasi pasar $704,72B memperkuat kepemimpinannya dalam kesehatan yang sesuai syariah[1][5].
  2. NVIDIA (NVDA): -4,2% (Volatilitas Penting) 🎢
    • Meskipun terdapat kenaikan YTD 17,05%, pengambilan keuntungan menghapus $145B dalam nilai pasar di tengah rotasi sektor AI[5][6].

Top Decliners ⬇️

  1. Tesla (TSLA): -5,1% 🚗
    • Gagal memenuhi perkiraan pengiriman Q1 (405K vs 420K yang diharapkan), meskipun valuasinya $1,33T tetap sesuai syariah[1][7].
  2. UnitedHealth (UNH): -6,7% 🏥
    • Biaya keamanan siber dan pemotongan tarif Medicare memicu penjualan, meskipun kapitalisasi pasar $483,14B[1][10].

Laporan Pendapatan: Sorotan dan Katalis Mendatang 💰

Pendapatan Terbaru 📃

  • PepsiCo (PEP): Melampaui perkiraan EPS Q1 ($1,89 vs $1,82) dengan kenaikan dividen 7%, meskipun saham turun -0,38% karena penjualan makanan ringan yang lemah[8]. 🥤
  • Abbott Labs (ABT): Pendapatan naik 4,3% YoY pada permintaan perangkat medis, mengangkat saham +2,67%[5]. 💉

Pendapatan Mendatang (1-5 April) 📅

PerusahaanEPS yang DiharapkanFaktor yang Perlu Diperhatikan
Johnson & Johnson$2,45 💊Pembaruan pipeline farmasi
AMD$0,68 🖥️Pangsa pasar chip AI vs. NVIDIA
Lululemon$5,24 🧘‍♀️Tren lalu lintas ritel di Amerika Utara

10 Saham AS yang Sesuai Syariah untuk Diperhatikan Minggu Depan 👀

  1. NVIDIA (NVDA) 🎮: RSI oversold (38,2) menunjukkan potensi rebound pasca koreksi kapitalisasi pasar $3,45T[1][5].
  2. Apple (AAPL) 🍎: Pertumbuhan pendapatan layanan (+11% YoY) mungkin mengimbangi penurunan penjualan iPhone[1][6].
  3. Microsoft (MSFT) 🪟: Permintaan cloud Azure berbasis AI bisa menyalakan kembali momentum bullish[1][10].
  4. Amazon (AMZN) 📦: Margin AWS dan risiko litigasi FTC menjadi fokus[1][7].
  5. Meta Platforms (META) 👥: Ketahanan pendapatan iklan vs. denda privasi data UE[1][5].
  6. Tesla (TSLA) ⚡: Rumor peluncuran Model 2 dan pembaruan teknologi baterai[1][10].
  7. Johnson & Johnson (JNJ) 🩹: Dividen aristocrat dengan rekor kenaikan 52 tahun[8][5].
  8. PepsiCo (PEP) 🥤: Daya tarik defensif di tengah rotasi consumer staples[8][10].
  9. Eli Lilly (LLY) 💊: Hasil uji coba obat obesitas pada 3 April[1][5].
  10. Wahed HLAL ETF 📊: Dukungan teknikal pada €13,20 dapat menarik pembeli penurunan[3][9].

Strategi yang Dapat Ditindaklanjuti untuk Investor 💡

Jangka Menengah (3-6 Bulan) 🕒

  • Rotasi Sektor 🔄: Kelebihan bobot pada kesehatan (LLY, JNJ) dan kurangi bobot pada keuangan (V, MA) karena sensitivitas suku bunga[5][8].
  • Diversifikasi ETF 🧩: Akumulasi ETF HLAL di bawah €13,30 untuk reinvestasi dividen menjelang rebalancing Q2[3][9].

Jangka Panjang (1+ Tahun) 📆

  • Teknologi Mega-Cap 🌐: Dollar-cost average ke dalam NVDA, AAPL, dan MSFT pada 10% di bawah 52-week high[1][6].
  • Keselarasan Keberlanjutan 🌱: Pantau perusahaan transisi energi yang sesuai syariah seperti NextEra Energy (NEE)[10][11].

Kesimpulan: Menghadapi Ketidakpastian 🧭

Lanskap ekuitas yang sesuai syariah tetap terikat pada arus makroekonomi, dengan dominasi teknologi yang menimbulkan risiko konsentrasi. Investor harus memprioritaskan:

  1. Ketelitian Fundamental 📐: Saring rasio utang-terhadap-kapitalisasi pasar di bawah 30% (misalnya, AAPL: 22%, NVDA: 18%)[1][5].
  2. Titik Masuk Teknikal 📉: Lacak divergensi RSI pada sektor oversold seperti kesehatan[2][5].
  3. Kesadaran Kebijakan 📜: Pantau eskalasi tarif AS-China yang mempengaruhi 20% konstituen S&P Shariah[7][10].

Dengan menyeimbangkan prinsip Syariah dengan positioning taktis, investor dapat menyelaraskan mandat etis dengan generasi alpha di pasar yang volatil.

Disclaimer: ⚠️ Analisis ini bukan merupakan saran keuangan. Bagi umat Muslim, sangat penting untuk memeriksa kepatuhan Syariah terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Data dan analisis yang disajikan dapat menjadi tidak akurat atau salah, sehingga Anda perlu melakukan riset Anda sendiri (DYOR – Do Your Own Research). 🕌📚


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar