Pasar Asia menguat pada hari Selasa berkat dorongan data manufaktur China yang solid, sementara indeks Eropa terus memperluas kenaikan hingga sesi perdagangan tengah hari seiring membaiknya angka PMI. Di sisi lain, futures AS menunjukkan arah yang beragam karena investor dengan hati-hati menunggu pengumuman tarif Trump yang dijadwalkan pada 2 April. 🌏🇪🇺🇺🇸
Key Takeaways 💡
- Asia: Saham Asia menunjukkan performa positif dengan Hang Seng naik 1,3% dan KOSPI Korea Selatan melonjak 1,9%, didukung oleh data Caixin PMI China yang mencapai level tertinggi dalam setahun di angka 51,2. Meski demikian, sentimen kehati-hatian masih terasa menjelang pengumuman tarif Trump[1]. 🇨🇳📈
- Eropa: Pasar Eropa bergerak naik secara merata dengan DAX memimpin kenaikan (+1,6%), ditopang oleh PMI manufaktur Eurozone yang mencapai level tertinggi 26 bulan di angka 48,6 – sinyal bahwa kontraksi sektor industri kawasan tersebut mulai melambat[2]. 🇪🇺📊
- Pre-Market AS: Wall Street terlihat berhati-hati dengan futures bervariasi (Dow +0,35%, Nasdaq -1,13%) saat investor mempersiapkan diri menghadapi potensi gejolak pasar dari kebijakan tarif “Liberation Day” yang akan diumumkan Trump pada 2 April[1][3]. 🇺🇸💹
Global Market Overview 🌐📊
US Stocks 🇺🇸📈
Wall Street mengakhiri sesi Senin dengan hasil mixed dimana S&P 500 naik 0,5% dan Dow meningkat sebesar 417 poin, sementara Nasdaq 100 turun 0,2%[1]. Perbedaan ini menyoroti ketidakpastian investor di tengah memburuknya ketegangan perdagangan setelah pengumuman Trump tentang ekspansi tarif, termasuk pajak 25% pada mobil non-AS mulai 2 April[1]. Saham defensif berkinerja lebih baik dengan Coca-Cola dan Walmart masing-masing naik 1,8% dan 3,1%, sementara saham teknologi mengalami tekanan jual[1]. S&P 500 mengakhiri kuartal pertama turun 4,6%, menandai Q1 yang paling menantang sejak awal 2022[5]. 📊💼📱
European Trends 🇪🇺📊
Pasar Eropa berada di wilayah positif pada sesi tengah hari Selasa, pulih dari kerugian Senin[3]. Pemulihan ini terjadi meskipun ada kekhawatiran perang dagang yang berkelanjutan, didukung oleh data manufaktur yang lebih baik dari perkiraan[3]. PMI manufaktur Eurozone naik menjadi 48,6 poin pada Maret dari 47,6 pada Februari, menandai level tertingginya dalam 26 bulan[3]. Meskipun masih dalam wilayah kontraksi (di bawah 50), angka yang membaik menunjukkan bahwa penurunan sektor tersebut semakin moderat. Jerman menunjukkan peningkatan khusus dengan produksi manufaktur yang naik untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, meskipun permintaan tetap lambat[3]. 🏭📉➡️📈
Indonesian Market 🇮🇩💹
Data terbaru untuk kinerja IHSG dan Rupiah Indonesia pada 1 April 2025 terbatas. Sementara perdagangan cryptocurrency Indonesia menunjukkan Bitcoin di level Rp 1.379.798.003,68 (naik 1,65% dalam 24 jam tetapi turun 4,48% minggu ke minggu), indikator pasar yang lebih luas untuk 1 April tidak ditemukan dalam informasi yang tersedia[14]. 🪙📊🔍
Regional Status 🌏🌍🌎
Asian Closings
Pasar Asia menutup perdagangan dengan catatan positif pada Selasa, dimana Hang Seng menguat 1,3% dengan dukungan dari saham teknologi dan farmasi[1]. KOSPI Korea Selatan mencatatkan kinerja terbaik di kawasan dengan kenaikan impresif 1,9%, sementara Nikkei Jepang bertambah moderat sebesar 0,3%[1]. Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di level 4,10% sesuai ekspektasi pasar[1].
Meski pasar menguat hari ini, sentimen kehati-hatian masih terasa karena investor menunggu pengumuman tarif Trump pada 2 April, yang menurut para analis merupakan “key risk event” terutama bagi eksportir Asia[1]. Hang Seng telah mencatat kenaikan mengesankan sebesar 17% untuk Q1 2025, meskipun momentum mulai melambat belakangan ini karena kekhawatiran mengenai perlambatan stimulus Tiongkok dan meningkatnya ketegangan geopolitik[1]. 🇭🇰🇰🇷🇯🇵
European Mid-session
Pada sesi tengah hari Selasa, indeks-indeks Eropa bergerak serempak menguat, melanjutkan momentum positif sejak pembukaan[2]. FTSE MIB Italia naik 1,2% ke level 38.493,70, FTSE 100 London menguat 0,8%, CAC 40 Paris naik 1,2%, sementara DAX 40 Frankfurt memimpin di antara indeks utama dengan kenaikan 1,6%[2].
Dari sisi makroekonomi, Italia melaporkan perbaikan situasi ketenagakerjaan dengan tingkat pengangguran turun menjadi 5,9% pada Februari dari 6,2% di Januari[2]. Di antara saham yang mencatatkan kinerja menonjol, perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Leonardo memimpin di bursa Milan dengan kenaikan 2,9%, diikuti Ferrari dan UniCredit yang masing-masing menguat 2,5% dan 2,1%[2]. 🇪🇺📊
US Pre-market
Futures AS menampilkan gambaran beragam menjelang pembukaan Selasa, dengan futures Dow Jones naik 149 poin (+0,35%), sementara futures Nasdaq 100 turun 232 poin (-1,13%) dan futures S&P 500 melemah 25,75 poin (-0,44%)[3]. Perbedaan ini mengindikasikan kemungkinan berlanjutnya rotasi sektor saat investor menyesuaikan posisi menjelang pengumuman tarif Trump.
Indikator volatilitas telah meningkat secara signifikan, dengan VIX naik ke level 22,28 (+2,9%) karena pasar memperkirakan potensi guncangan[1]. Saham-saham terkait cryptocurrency terlihat lemah dalam pre-market, melanjutkan tren penurunan signifikan kemarin pada perusahaan pertambangan seperti MARA (-7,8%) dan RIOT (-3,9%)[1]. 📉📈
Cross-Asset Check 🔄
Currencies
Meskipun data mata uang komprehensif terbatas dalam informasi yang tersedia, meningkatnya ketegangan perdagangan dan antisipasi pengumuman tarif berpotensi menciptakan volatilitas pada pasangan mata uang utama, terutama yang melibatkan dolar AS. 💱
Bonds
Pasar fixed income masih menunjukkan volatilitas memasuki awal Q2, melanjutkan pola dari kuartal pertama saat revisi pengeluaran dan utang pemerintah memicu pergerakan yield yang signifikan[6]. Obligasi Eropa mengalami fluktuasi substansial, dengan yield Jerman menunjukkan steepening yang material ketika negara tersebut mengakhiri “rem” utang fiskalnya[6].
Yield obligasi Inggris digambarkan seperti mengalami “rollercoaster” selama Q1, meskipun level yield saat ini dinilai “cukup menarik dari perspektif historis,” yang potensial menciptakan peluang bagi investor obligasi[6]. 📈📉
Gold/Metals
Emas terus mempertahankan momentum bullish-nya, diperdagangkan pada level $3.120 per troy ounce di tengah ekspektasi adanya koreksi sebelum melanjutkan tren naik[11]. Analisis teknikal mengindikasikan kemungkinan pengujian level support $3.085 sebelum berpotensi menuju $3.205[11].
Di India, harga emas relatif stabil pada 1 April, dengan emas 22-karat diperdagangkan pada Rs 84.260 per 10 gram dan 24-karat pada Rs 91.920 di Mumbai[7]. Sementara itu, harga perak mengalami penurunan sebesar Rs 100 menjadi Rs.103.900 per kilogram[7]. 🥇📊
Energy
Batas harga energi di Inggris meningkat hari ini (1 April) sekitar 6,4%, dari £1.738 menjadi £1.849 untuk rumah tangga dual-fuel rata-rata[12]. Penyesuaian ini akan memengaruhi konsumen dengan tarif variabel hingga 30 Juni 2025[12].
Kenaikan tersebut mencerminkan naiknya biaya energi wholesale yang sebagian didorong oleh berakhirnya transmisi gas Rusia melalui Ukraina pada 31 Desember 2024, serta meningkatnya permintaan selama periode dingin yang menguras stok gas Eropa[8]. ⚡🛢️
Crypto
Pasar cryptocurrency menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada Selasa, dengan Bitcoin naik 1,65% ke level Rp 1.379.798.003,68 (~$83.272) dan Ethereum menguat 1,49% menjadi Rp 30.537.153,49 (~$1.848)[14][1].
Namun, rebound ini terjadi setelah kuartal pertama yang penuh tantangan, dengan Bitcoin turun 4,48% secara mingguan dan Ethereum melemah 11,03% dalam periode yang sama[14]. Kekhawatiran keamanan semakin intensif, dengan Q1 2025 tercatat sebagai kuartal terburuk untuk pelanggaran keamanan crypto – total kerugian melebihi $1,6 miliar[9]. Dua kejadian serangan utama mendominasi kerugian tersebut: Bybit kehilangan $1,46 miliar dan Phemex mengalami serangan senilai $69,1 juta[9]. 🪙🔐
Risk & Sentiment ⚠️
Volatilitas pasar meningkat secara signifikan menjelang pengumuman tarif “Liberation Day” Trump yang dijadwalkan pada 2 April[1]. VIX naik ke level 22,28 (+2,9%) pada Senin, sementara Indeks SKEW melonjak 6,9% – mengindikasikan kekhawatiran yang semakin besar terhadap tail risk[1].
VIX9D (volatilitas 9 hari) meroket 10,8%, dan futures VIX pagi ini kembali bertambah 2,2%, mencerminkan meningkatnya ketidakpastian jangka pendek[1]. Pasar options menunjukkan ketidakseimbangan yang signifikan di tengah berakhirnya hedges, dengan JPMorgan collar roll besar dan pembacaan VVIX yang meningkat – semua menunjukkan potensi gejolak pasar yang berlanjut sepanjang minggu[1].
Meskipun beberapa analis memperkirakan volatilitas mungkin mereda setelah pengumuman tarif, risiko pasar struktural tetap menjadi perhatian utama[1]. 📊⚡
Stocks to Watch 👀
Asia
- IndiGo: Menerima perintah denda Rs 944 crore ($113 juta) dari Departemen Pajak Penghasilan India untuk tahun penilaian 2021-2022[5]. ✈️
- Ola Electric: Menghadapi pengawasan regulasi setelah menerima surat ketiga dari Kementerian Transportasi Jalan India mengenai perbedaan antara penjualan yang dilaporkan dan pendaftaran kendaraan[5]. 🔋
- HCLTech: Mengumumkan kemitraan strategis dengan Samsung untuk inovasi semikonduktor[5]. 💻
- Adani Energy: Memperluas operasi melalui akuisisi Mahan Transmission[5]. ⚡
Europe
- Leonardo: Memimpin kenaikan di Italia dengan penguatan 2,9%[2].
- Met.Extra Group: Melonjak impresif sebesar 18% dalam perdagangan sesi tengah hari[2].
- Borgosesia: Naik signifikan sebesar 11%[2].
- Digital Value: Menguat 9,3% setelah sehari sebelumnya anjlok 25% akibat Kementerian Pertahanan mencabut perjanjian kerangka kerja senilai €20 juta[2].
- Pininfarina: Naik 6,7% setelah mengumumkan perjanjian komersial senilai €70 juta di sektor mobilitas[2].
- doValue: Bertambah 4,4% setelah berhasil memenangkan mandat servicing eksklusif di Siprus dengan nilai €350 juta dalam Gross Book Value[2].
US Pre-market
Informasi mengenai pergerakan saham spesifik dalam pre-market terbatas dalam data yang tersedia. Namun, saham-saham terkait cryptocurrency cenderung menghadapi tekanan jual, melanjutkan penurunan signifikan kemarin pada perusahaan pertambangan crypto. 🪙📉
Looking Ahead 🔭
Fokus utama pasar saat ini tertuju pada pengumuman tarif Trump yang dijadwalkan pada 2 April. Banyak analis menyebut ini sebagai “key risk event,” terutama bagi eksportir Asia dan sektor-sektor yang bergantung pada perdagangan global[1]. Investor perlu mengawasi tidak hanya besaran tarif spesifik tetapi juga jadwal implementasi dan kemungkinan adanya pengecualian atau keringanan.
Meningkatnya volatilitas di berbagai indikator mengisyaratkan positioning untuk pergerakan pasar yang signifikan, dengan pasar options yang memperhitungkan risiko jangka pendek yang meningkat[1]. Sementara posisi defensif mendominasi perdagangan Senin, pola rotasi sektor juga patut diperhatikan karena investor menyesuaikan portofolio mereka menghadapi lanskap perdagangan yang berpotensi berubah.
Bagi investor yang sedang mempertimbangkan strategi penempatan dana, obligasi Inggris dapat menawarkan peluang menarik mengingat yield-nya yang atraktif secara historis dan kapasitas pinjaman pemerintah yang terbatas[6]. Catastrophe bonds diproyeksikan dapat memberikan return sekitar 8,5% pada 2025 bahkan setelah memperhitungkan kerugian yang diperkirakan[10].
Sementara itu, tren bullish emas yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik menegaskan posisinya sebagai instrumen diversifikasi yang menarik bagi investor[11]. 📈💰
Daftar Pustaka 📚
- [1] Market Quick Take – 1 April 2025 – Saxo Bank https://www.home.saxo/content/articles/macro/market-quick-take—1-april-2025-01042025
- [2] Europeans in green after PMIs; Leonardo leads Mib. – MarketScreener https://www.marketscreener.com/quote/index/FTSE-MIB-121229431/news/Europeans-in-green-after-PMIs-Leonardo-leads-Mib-49495404/
- [3] Premarket | Futures | Pre-market Trading – Markets Insider https://markets.businessinsider.com/premarket
- [4] Global Market Quick Take: Asia – April 1, 2025 – Saxo Bank https://www.home.saxo/en-sg/content/articles/macro/global-market-quick-take-asia–april-1-2025-01042025
- [5] Key stocks to watch on April 1: IndiGo, Ola, HCLTech, Vodafone … https://www.indiatoday.in/business/story/stocks-to-watch-april-1-sensex-nifty-today-stock-market-news-ola-electric-indigo-hcltech-adani-energy-2702020-2025-04-01
- [6] Trump, Tariffs, and Defense: How Markets Changed in Q1 https://www.morningstar.co.uk/uk/news/262783/trump-tariffs-and-defense-how-markets-changed-in-q1.aspx
- [7] Gold Price Today: Yellow Metal Rises, Silver Falls; Check City-Wise … https://www.news18.com/business/savings-and-investments/gold-price-today-yellow-metal-rises-silver-falls-check-city-wise-rates-on-april-01-9282247.html
- [8] Ofgem Price Cap – 1st April 2025 Final Prediction – Auxilione https://auxilione.com/2025/02/14/ofgem-price-cap-1st-april-2025-final-prediction/
- [9] Crypto Hacks in Q1 2025: A Devastating Loss Amid Crypto Downfall https://coinfomania.com/crypto-hacks-in-q1-2025-a-devastating-loss-amid-crypto-downfall/
- [10] Catastrophe bond market can return ~8.5% in 2025 with expected … https://www.artemis.bm/news/catastrophe-bond-market-can-return-8-5-in-2025-with-expected-losses-lane-financial/
- [11] GOLD Forecast and Analysis for April 1, 2025 – FOREX24.PRO https://forex24.pro/commodities-forecast/gold-forecast-and-analysis-for-april-1-2025/
- [12] April Energy Price Cap Change 2025 | Everything to know https://energy.yourcoop.coop/help-resources/blog/April-Energy-Price-Cap-Rise-2025/
- [13] Wall Street closes out bruising quarter as outlook remains murky https://www.reuters.com/markets/us/wall-street-closes-out-bruising-quarter-outlook-remains-murky-2025-03-31/
- [14] Harga Kripto Selasa 1 April 2025: Bitcoin, Ethereum dan Tether … https://www.liputan6.com/crypto/read/5982479/harga-kripto-selasa-1-april-2025-bitcoin-ethereum-dan-tether-pulih-ke-zona-hijau
Disclaimer ⚠️
PERHATIAN: Informasi di atas bukan merupakan saran keuangan.
Jika Anda seorang Muslim, Anda perlu memeriksa kepatuhan Syariah terlebih dahulu sebelum melakukan investasi apapun.
Data dan analisis yang disajikan dapat tidak akurat atau bahkan keliru. Anda harus melakukan riset mandiri (DYOR – Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan investasi apapun. 🚫💰⚠️
Tinggalkan komentar