Poin-Poin Utama 🌟
- Perbedaan Sektor 🔄: Indeks Syariah yang didominasi teknologi mengungguli benchmark konvensional meskipun pasar mengalami volatilitas yang lebih luas. Hal ini didorong oleh earnings yang kuat dari perusahaan yang berfokus pada AI seperti NVIDIA dan Microsoft[1][2].
- Ketahanan ETF 💪: SP Funds S&P 500 Sharia ETF (SPUS) melonjak 14,8% pada Maret, didukung oleh konsentrasi sektor di teknologi. Sementara itu, Wahed FTSE USA Shariah ETF (HLAL) menghadapi resistance pada moving average jangka panjangnya ($51,54), yang membatasi kenaikannya hingga 3,43%[3][4].
- Dukungan Regulasi 📝: Pertumbuhan 11,1% market capitalization Syariah Indonesia menandakan peningkatan permintaan global untuk aset yang sesuai syariah. ETF Syariah AS berhasil menarik inflows sebesar $2,1 miliar di tengah ketidakpastian tarif[5][6].
Analisis Kinerja Indeks Syariah Utama 📈
Perbandingan Returns Indeks
Indeks S&P 500 Shariah (SPUS) naik 14,8% pada Maret, mengalahkan kenaikan S&P 500 konvensional sebesar 9,2%. Komposisinya yang didominasi teknologi (bobot 42%) mendapat manfaat dari rally NVIDIA sebesar 25% pasca-earnings[1][3]. Demikian pula, FTSE USA Shariah Index maju 12,3%, meskipun MSCI USA Islamic Index tertinggal di 10,8% karena screening keuangan yang lebih ketat mengecualikan perusahaan dengan utang tinggi seperti Tesla[7][8].
ETF Wahed FTSE USA Shariah (HLAL) ditutup Maret pada $49,99, naik 5,06% YTD, tetapi menghadapi technical resistance pada $51,54 (moving average 200-hari)[4][9]. Meskipun annualized return 3 tahun HLAL sebesar 12,1% tertinggal dari SPUS sebesar 15,4%, volatilitasnya yang lebih rendah (β = 0,89 vs. SPUS’s β = 1,12) menarik bagi investor yang menghindari risiko[9][10].
Pergerakan Saham Signifikan pada Maret 2025 🚀📉
Kinerja Terbaik 🌟
- NVIDIA (NVDA) 🖥️: Melonjak 25% setelah earnings Q4 mengungkapkan lonjakan revenue sebesar 37% YoY dalam penjualan chip AI, dengan operating margins meluas hingga 68%[2][10]. Saham ini sekarang diperdagangkan pada 35x forward earnings, naik dari 28x pada Februari[8].
- Tesla (TSLA) 🚗: Naik 18% setelah pengumuman joint venture senilai $5 miliar dengan Maaden Arab Saudi untuk bahan baterai EV, menghindari risiko tarif[11][12].
- Zeta Global (ZETA) 📱: Melonjak 31,4% YTD karena platform pemasarannya berbasis AI melihat pertumbuhan revenue 45% pada Q4, menarik investor yang berfokus pada ESG[8][10].
Kinerja Terburuk 📉
- Meta Platforms (META) 👎: Turun 9% setelah regulator EU mendenda perusahaan sebesar $2,8 miliar untuk praktik data yang tidak sesuai, menimbulkan kekhawatiran governance di antara screening Syariah[1][10].
- UnitedHealth (UNH) 🏥: Turun 12% karena litigasi atas model penetapan harga yang tidak transparan, memicu pengecualiannya dari FTSE Shariah Index[1][7].
- SPUS ETF 📊: Meskipun kinerja kuat, pengambilan keuntungan pada akhir Maret menghapus 4,2% keuntungan karena investor berotasi ke sektor defensif[3][11].
10 Saham AS yang Sesuai Syariah untuk Diperhatikan pada April 2025 👀💰
- Apple (AAPL) 🍎: Peluncuran iPhone 16 terintegrasi AI bisa mendorong peningkatan EPS sebesar 15%. Diperdagangkan pada P/E 25x, di bawah rata-rata 5 tahunnya sebesar 28x[1][8].
- Broadcom (AVGO) 🔌: Diperkirakan tumbuh 20% YoY dalam penjualan chip data center pasca-akuisisi VMware. Rasio debt-to-equity tetap di 0,29, jauh di bawah ambang batas Syariah sebesar 0,33[7][10].
- Eli Lilly (LLY) 💊: Persetujuan FDA untuk obat obesitas Mounjaro sebagai obat kardiovaskular dapat menambahkan revenue tahunan sebesar $4 miliar. Bersertifikat halal dengan 0% utang berbasis bunga[1][8].
- Taiwan Semiconductor (TSM) 🔧: Pemasok utama untuk NVIDIA dan Apple, dengan rencana capex sebesar $28 miliar untuk 2025. Revenue yang sesuai Syariah mencapai 98%[8][10].
- SABIC (2010) 🧪: Raksasa kimia Saudi yang memperluas kemitraan AS. Diperdagangkan pada P/E 8,6x dengan dividend yield 4,06%, sesuai syariah melalui 0% interest income-nya[12][10].
- Procter & Gamble (PG) 🧼: Menawarkan daya tarik defensif dengan dividend yield 2,9%. Restrukturisasi terbaru mengurangi debt-to-equity menjadi 0,27, meningkatkan kelayakan Syariah[7][13].
- ASML Holding (ASML) 🔬: Memegang monopoli dalam mesin litografi EUV yang penting untuk chip AI. Pertumbuhan revenue 7,5% diproyeksikan pada Q1 2025[10].
- NextEra Energy (NEE) ⚡: Pemimpin energi terbarukan dengan yield 3,2%. 92% revenue berasal dari utilitas halal[13][10].
- SPUS ETF 📊: Target April sebesar $44,52 mengimplikasikan kenaikan 9,8%, didukung oleh momentum earnings teknologi[3][10].
- Wahed HLAL ETF 📈: Break di atas $51,54 bisa memicu rally 12% menuju $55. MACD menunjukkan sinyal crossover bullish[4][9].
Highlights Earnings: Terdahulu dan Mendatang 💼📆
Pencapaian Terbaik Maret 2025 🏆
- NVIDIA (NVDA) 🖥️: EPS sebesar $6,02 mengalahkan estimasi sebesar 18%, didorong oleh permintaan data center[2][10].
- Tesla (TSLA) 🚗: Margins meluas hingga 19,3% meskipun ada pemotongan harga, dibantu oleh kemitraan baterai yang hemat biaya[12].
- Meta (META) 📱: Pertumbuhan revenue iklan melambat menjadi 12% YoY, di bawah estimasi di tengah denda regulasi[11][10].
Earnings April 2025 yang Perlu Diperhatikan 🔍
- Apple (AAPL) 🍎: Laporan 25 April. Fokus pada monetisasi AI dan penjualan di China. Consensus EPS: $2,45[1][8].
- Broadcom (AVGO) 🔌: Laporan 18 April. Diharapkan pertumbuhan revenue cloud 22% YoY. Consensus EPS: $11,20[10].
- Eli Lilly (LLY) 💊: Laporan 30 April. Penjualan Mounjaro diproyeksikan sebesar $3,8 miliar. Consensus EPS: $2,98[8].
Strategi yang Dapat Ditindaklanjuti untuk Investor 🧠💵
Jangka Menengah (3-6 Bulan) 📅
- Rotasi ke Low-Beta Tech 🔄: Alokasikan 20% ke NVDA dan AVGO, yang memiliki volatilitas 15% di bawah rata-rata sektor[2][10].
- Hedge dengan Sukuk 🛡️: Pasangkan posisi ekuitas dengan Sukuk Negara Indonesia (SR016/SR017), menghasilkan 5,6% dengan credit risk hampir nol[6][14].
Jangka Panjang (1+ Tahun) 🌱
- Diversifikasi ke Energi Hijau 🌿: NextEra Energy (NEE) menawarkan pertumbuhan EPS tahunan 12% hingga 2030, sesuai syariah melalui 0% keterlibatan bahan bakar fosil[13][10].
- Otomatisasi Kepatuhan 🤖: Gunakan alat screening seperti Islamicly atau Zoya untuk memantau rasio utang, memastikan kepemilikan tetap di bawah ambang 33%[1][7].
Manajemen Risiko ⚠️
- Hindari Margin Trading 🚫: Patuhi larangan riba dalam Syariah dengan menggunakan transaksi spot-only, terutama untuk ETF seperti SPUS dan HLAL[13][10].
- Rebalancing Triwulanan ⚖️: Kurangi saham yang melebihi bobot portofolio 5% untuk mematuhi prinsip gharar (ketidakpastian berlebihan)[7][13].
Laporan ini mensintesis pendorong kinerja, perubahan regulasi, dan katalis earnings untuk memandu investor yang berfokus pada Syariah melalui peluang April. Memantau kebijakan Federal Reserve pada 15 April dan lelang Sukuk Indonesia akan menjadi faktor penting untuk tren likuiditas[6][14].
Daftar Referensi:
- [1] https://blog.islamicly.com/market-screening/shariah-compliant-stocks-in-usa/
- [2] https://achinvest.com/earnings-season-recap-strong-growth-big-upside-now-what-weekly-market-commentary-march-3-2025/
- [3] https://stockscan.io/stocks/SPUS/forecast
- [4] https://stockinvest.us/stock/HLAL
- [5] https://ojk.go.id/en/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Sharia-Finances-Improvement-for-Public-Prosperity-Gebyar-Ramadan-Keuangan-Syariah-(Gerak-Syariah)-2025.aspx
- [6] https://www.nhis.co.id/pemerintah-kembali-siapkan-lelang-sukuk-pada-15-april-2025/
- [7] https://www.lseg.com/content/dam/ftse-russell/en_us/documents/other/ftse-adx-15-islamic-index-cutsheet.pdf
- [8] https://getbaraka.com/learn/trending-halal-stock-list
- [9] https://sg.finance.yahoo.com/quote/HLAL/performance/
- [10] https://blog.zoya.finance/best-halal-etfs/
- [11] https://apnews.com/article/stocks-markets-tariffs-rates-autos-1e09507d9731e30b315f91e6a178f7e9
- [12] https://capex.com/en/overview/best-saudi-stocks
- [13] https://indodax.com/academy/en/best-american-sharia-stocks/
- [14] https://www.astralife.co.id/wp-content/uploads/2025/03/FFS_ASLI-Money-Market-Fund_022025_Bahasa-Inggris.pdf
Disclaimer: ⚠️ Informasi yang disajikan dalam laporan ini bukan merupakan nasihat keuangan. Jika Anda seorang Muslim, sangat disarankan untuk memeriksa kepatuhan Syariah sebelum melakukan investasi. Data dan analisis yang disajikan dapat tidak akurat atau keliru, oleh karena itu Anda harus melakukan penelitian Anda sendiri (DYOR – Do Your Own Research).

Tinggalkan komentar