Pasar global sedang mengalami volatilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya karena pengumuman tarif yang luas dari Presiden Trump telah memicu apa yang disebut analis sebagai “Trump tariff tailspin.” Dengan Nasdaq kini secara resmi memasuki territory bear market dan pasar Asia bersiap menghadapi penurunan signifikan, investor dihadapkan pada situasi menantang akibat meningkatnya ketegangan perdagangan dan kekhawatiran akan resesi.
3 Poin Penting untuk 7 April 2025:
- Eskalasi perang dagang global telah memicu kejatuhan pasar 📉 dengan proporsi historis, dengan S&P 500 mengalami penurunan dua hari terbesar (-10,5%) sejak Maret 2020, menghapus nilai pasar sebesar $5,4 triliun. Ini penting karena menandakan pasar tidak hanya memperhitungkan gangguan sementara tetapi potensi kerusakan ekonomi jangka panjang dan risiko resesi[1][2].
- Indikator ketakutan VIX telah melonjak di atas 45 😨, mencapai level tertinggi sejak pandemi, mengkonfirmasi pergeseran dari volatilitas normal menuju kecemasan tingkat krisis. Perubahan ini menandakan adanya penilaian ulang risiko secara fundamental, bukan sekadar koreksi rutin, dengan volatilitas yang kemungkinan tetap tinggi selama berminggu-minggu[3][4].
- Bank sentral menghadapi dilema kebijakan 🏦 karena Ketua Fed Powell telah memperingatkan bahwa tarif Trump “dapat memiliki dampak persisten pada inflasi,” memperumit jalur untuk pemotongan suku bunga meskipun risiko resesi meningkat. Ini menciptakan lingkungan yang sangat menantang bagi pasar berkembang seperti Indonesia, terjepit antara tekanan inflasi dan kekhawatiran pertumbuhan[1][5].
Ringkasan Arah Pasar untuk 7 April 2025:
- Pasar global 🌎 mengalami penurunan serentak dengan posisi defensif yang semakin menguat di berbagai kelas aset. Eskalasi perang dagang kini menggantikan inflasi dan suku bunga sebagai kekhawatiran utama pasar[6][7].
- Saham AS 🇺🇸 tampaknya akan terus melanjutkan trajektori penurunan dengan sedikit dukungan teknis yang terlihat. Analis JPMorgan sekarang menempatkan probabilitas resesi pada 60%, naik dari 40% sebelum pengumuman tarif[7][8].
- Emas 🥇 paradoksnya justru menurun meskipun statusnya sebagai safe-haven, turun 3,26% ke level $3.035 karena investor lebih memilih likuiditas kas di tengah penjualan besar-besaran. Meski demikian, emas kemungkinan akan mendapat dukungan seiring meningkatnya aktivitas hedging portofolio[6].
- Pasar crypto 🪙 tidak luput dari tekanan jual, dengan Bitcoin turun 5,51% dan Ethereum anjlok 11,51%, mempertanyakan narasi aset digital sebagai lindung nilai inflasi atau safe haven[6].
- Pasar Indonesia (IHSG/Rupiah) 🇮🇩 menghadapi tekanan signifikan karena mata uang diproyeksikan akan diperdagangkan dalam kisaran Rp 16.550-16.700 per dolar, dengan analis domestik memperkirakan kelemahan berkelanjutan di tengah sentimen risk-off[9].
Ulasan Penutupan Pasar AS untuk 7 April 2025:
- Indeks utama AS menyelesaikan kinerja dua hari terburuk mereka sejak Maret 2020 📉, dengan Dow Jones turun 5,5% menjadi 38.314,86, S&P 500 turun 5,97% menjadi 5.074,08, dan Nasdaq anjlok 5,82% menjadi 15.587,79 pada hari Jumat. Semua 11 sektor turun lebih dari 4,5%, dengan energi mengalami kerugian paling parah (-8,7%)[1][2].
- Perdagangan after-hours 🌙 menunjukkan tekanan berkelanjutan pada futures AS, menunjukkan tidak ada bantuan segera untuk pasar. Volume perdagangan pada hari Jumat mencapai sekitar 26,79 miliar saham, melampaui rekor sebelumnya sebesar 24,48 miliar yang ditetapkan pada Januari 2021, menandakan tekanan likuidasi yang ekstrem[1].
- Internals pasar menunjukkan kesehatan yang memburuk 🩺 dengan statistik breadth yang mencerminkan tekanan jual luar biasa. Hanya 14 anggota S&P 500 yang mampu bertahan di zona positif pada hari Jumat, mengindikasikan penjualan massal tanpa pandang bulu ketimbang sekadar rotasi sektor[2].
- VIX ditutup pada 45,31, naik 50,93% 😱 dari sesi sebelumnya, mencapai level tertingginya sejak April 2020. Menurut DataTrek Research, VIX telah tetap di atas rata-rata jangka panjangnya selama 12 hari berturut-turut, berpotensi menandakan transisi ke bear market jika volatilitas tidak cepat mereda[4][3].
Penilaian Pre-Market Asia untuk 7 April 2025:
- Futures Asia menunjukkan penurunan tajam 📉 di seluruh wilayah, dengan futures Nikkei 225 Jepang di 30.675 (dibandingkan dengan penutupan Jumat sebesar 33.780), menunjukkan potensi penurunan 9%. Futures ASX 200 Australia menunjukkan penurunan 4,48% menjadi 7.213[10][6].
- Mata uang regional tetap di bawah tekanan 💱 dengan dolar Australia turun menjadi 59,8 sen AS, level terendahnya sejak Maret 2020. Harga minyak telah turun di bawah $60 per barel untuk pertama kalinya sejak April 2021, dengan futures WTI di $59,74[6][10].
- Berita semalam termasuk pernyataan dari pejabat ekonomi Trump 🗣️ yang mengabaikan ketakutan resesi dan menyatakan bahwa tarif akan bertahan terlepas dari reaksi pasar, tidak memberikan bantuan untuk kekhawatiran investor[10].
- Prospek IHSG tampak sangat menantang 📊 mengingat tekanan eksternal dan faktor domestik. Analisis sebelumnya dari Maret menunjukkan IHSG telah memperlihatkan ketahanan dengan pemulihan ke level 6.519, namun recovery ini kemungkinan akan mendapat ujian berat dari penjualan global yang sedang berlangsung[11].
Fokus Pasar Indonesia untuk 7 April 2025:
- Rupiah (IDR) 💵 diperkirakan akan menghadapi tekanan baru setelah libur Idul Fitri, dengan analis memproyeksikan pergerakan dalam kisaran Rp 16.550-16.700 per dolar. Mata uang sebelumnya telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan tetapi tetap rentan terhadap penghindaran risiko global[9].
- Kondisi ekonomi lokal 🏢 tetap secara fundamental kuat dengan pertumbuhan PDB diproyeksikan sebesar 5,1% untuk 2025, meskipun guncangan eksternal sekarang menimbulkan ancaman signifikan terhadap prospek ini. Inflasi Indonesia yang relatif rendah (diproyeksikan 2,8% pada akhir 2025) memberikan beberapa fleksibilitas kebijakan[5].
- Faktor global yang mempengaruhi pasar Indonesia 🌏 termasuk dampak langsung dari tarif AS (Indonesia menghadapi tarif 32%) dan efek tidak langsung dari perlambatan ekonomi Tiongkok, mitra dagang terbesar Indonesia. Tekanan ganda ini dapat berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor[5][9].
- Pendorong domestik utama 🔑 meliputi respons kebijakan moneter Bank Indonesia, yang kemungkinan terbatas akibat tekanan pada rupiah walaupun inflasi tetap moderat. Pemotongan suku bunga 25 basis poin pada Januari lalu mungkin menjadi kebijakan pelonggaran terakhir dalam beberapa waktu ke depan, mengingat stabilitas eksternal kini menjadi prioritas utama[5].
Saham yang Perlu Diperhatikan untuk 7 April 2025:
- Produsen berorientasi ekspor 🏭 dengan eksposur AS yang signifikan kemungkinan akan menghadapi tekanan paling besar, terutama yang di sektor tekstil dan furnitur yang sudah ditantang oleh persaingan Tiongkok. Industri ini telah melihat kontribusi PDB mereka menurun sebesar 0,3 poin persentase selama tiga tahun[5].
- Produsen komoditas ⛏️ mungkin mengalami perdagangan yang volatil karena harga komoditas global terus mengalami penurunan tajam. Penambang tembaga (-10,2%), penambang emas (-8,8%), dan logam tanah jarang/strategis (-7,7%) adalah di antara sektor yang paling terpukul dalam perdagangan global[6].
- Saham perbankan 🏦 bisa mengalami peningkatan volatilitas saat investor menilai dampak potensial perlambatan ekonomi pada pertumbuhan kredit dan kualitas kredit, terutama mengingat paparan Indonesia yang signifikan terhadap perdagangan eksternal[12][5].
Penilaian Risiko untuk 7 April 2025:
- Risiko jangka pendek (24-48 jam) ⚠️ termasuk potensi masalah likuiditas di segmen pasar tertentu jika penjualan semakin intensif. VIX yang berada di level 45+ mengindikasikan potensi kondisi pasar yang tidak teratur, sementara margin calls dapat memicu gelombang penjualan paksa berikutnya[3][4].
- Ancaman yang muncul 🚨 termasuk respons kebijakan dari ekonomi utama lainnya di luar Tiongkok, yang dapat semakin meningkatkan konflik perdagangan. Selain itu, guidance pendapatan perusahaan kemungkinan akan direvisi turun, berpotensi memicu gelombang penjualan lain ketika musim pendapatan Q1 dimulai[7].
Melihat ke Depan untuk 7 April 2025:
- Acara ekonomi kunci 📅 minggu ini termasuk data inflasi AS dan risalah pertemuan Federal Reserve, yang akan diteliti dengan cermat untuk tanda-tanda bagaimana bank sentral mungkin merespons ancaman ganda inflasi yang dipicu tarif dan perlambatan ekonomi[8].
- Perdagangan hari ini kemungkinan akan didominasi oleh penyesuaian posisi 📈 menyusul penjualan dramatis pada hari Jumat. Indikator teknis menunjukkan kondisi pasar yang oversold dengan kemungkinan rebound jangka pendek, namun perubahan fundamental dalam kebijakan perdagangan beserta implikasi ekonominya mengisyaratkan bahwa pemulihan apapun mungkin hanya bersifat sementara tanpa adanya penyesuaian kebijakan[6][4].
Kutipan
- [1] Trump tariff tailspin worsens, Nasdaq confirms in bear market https://www.reuters.com/markets/us/wall-street-futures-lose-ground-after-china-retaliates-against-us-tariffs-2025-04-04/
- [2] US Stock Market Wipes Out Over $5 Trillion on Trump’s Tariff War https://www.bloomberg.com/news/articles/2025-04-04/us-stock-futures-sink-as-china-retaliates-against-trump-tariffs
- [3] Tariffs Stock Drop: Panic on Wall Street Visible in One Chart https://www.businessinsider.com/tariffs-stock-drop-vix-wall-street-market-outlook-trump-trade-2025-4
- [4] The ‘VIX’ is on the verge of signaling a bear market for U.S. stocks … https://www.morningstar.com/news/marketwatch/20250403220/the-vix-is-on-the-verge-of-signaling-a-bear-market-for-us-stocks-says-datatrek
- [5] Indonesia: Outlook is strong but vulnerable to external shocks https://economic-research.bnpparibas.com/html/en-US/Indonesia-Outlook-strong-vulnerable-external-shocks-2/11/2025,51313
- [6] Morning Wrap: ASX 200 set to dive 4%, Nasdaq enters bear market … https://www.marketindex.com.au/news/morning-wrap-asx-200-set-to-dive-4-nasdaq-enters-bear-market-aussie-dollar
- [7] Dow plunges 2200 points as tariff tumult rocks markets – CNN https://www.cnn.com/2025/04/04/investing/stock-market-dow-tariffs/index.html
- [8] Trump’s massive tariffs shake markets, spark recession fears – CNN https://www.cnn.com/2025/04/03/investing/us-stock-market/index.html
- [9] Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah untuk Hari Ini (7/4) – Investasi https://investasi.kontan.co.id/news/simak-proyeksi-pergerakan-rupiah-untuk-hari-ini-74-1
- [10] Asia markets live: Stocks set to fall – CNBC https://www.cnbc.com/2025/04/07/asia-markets-live-stocks-set-to-fall-on-trump-tariffs.html
- [11] Kebangkitan IHSG & Rupiah Diuji Trump, Sanggup Bertahan? https://www.cnbcindonesia.com/research/20250304050114-128-615262/kebangkitan-ihsg-rupiah-diuji-trump-sanggup-bertahan
- [12] [PDF] DAILY ECONOMIC INSIGHTS – Samuel Sekuritas https://samuel.co.id/wp-content/uploads/2025/01/Daily-Economic-Report_24012025_EN.pdf
DISCLAIMER: Informasi di atas bukan merupakan saran finansial. Jika Anda seorang Muslim, Anda sebaiknya memeriksa kepatuhan Syariah terlebih dahulu. Karena bantuan AI dalam penulisan artikel ini, data dan analisis dapat menjadi tidak akurat atau sama sekali salah (Anda harus memeriksanya kembali – DYOR).
Tinggalkan komentar