Analisis Pasar Umum – Harian – 7 April 2025 – Petang WIB

Situasi pasar saat ini menggambarkan salah satu penjualan massal (sell-off) global paling parah sejak crash pandemi 2020. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang dan potensi resesi global. Laporan ini menghubungkan perkembangan pasar Asia, Eropa, dan AS dengan konteks spesifik Indonesia.

Ringkasan Eksekutif untuk 7 April 2025 💼

  • Penutupan Pasar Asia 📉: Pasar Asia mengalami penurunan dramatis, dengan Nikkei Jepang turun hampir 8%, Hang Seng Hong Kong anjlok 9,4-12,6%, dan Shanghai Composite turun 6,2%. Ini menandai penurunan pasar regional paling parah sejak awal masa pandemi[1][2].
  • Sesi Tengah Eropa 📉: Indeks Eropa mengalami kerugian signifikan dengan STOXX 600 turun 5,64-6%, DAX Jerman anjlok 6,19-9,5%, dan CAC 40 Prancis turun 6,20%. Saham perbankan dan sektor siklikal memimpin penurunan saat gejolak pasar global semakin intensif[3][4].
  • Persiapan Pre-Market AS 📉: Futures AS menunjukkan kerugian berkelanjutan dengan futures S&P 500 turun 2,5-4%, futures Nasdaq turun 3,1-5%, dan futures Dow turun 2,1-4%. Presiden Trump tetap memperkuat sikap dagangnya meskipun terjadi gejolak pasar, sementara JPMorgan menaikkan estimasi probabilitas resesi menjadi 60%[5][4].

Snapshot Pasar & Faktor Pendorong 7 April 2025 🔍

Penutupan Asia 🌅

  • Nikkei 225: Anjlok 6-8,6%, dengan circuit breaker sempat menghentikan perdagangan futures Topix[1][2]
  • Hang Seng: Turun tajam 9,4-12,6%, mencatat sesi terburuknya dalam beberapa tahun terakhir[1][2]
  • Shanghai Composite: Turun 6,2%, meskipun biasanya tidak terlalu mengikuti tren global[1]
  • IHSG (Indonesia): Pasar Indonesia masih dalam masa liburan Idul Fitri (28 Maret-4 April) dan akan dibuka kembali pada 8 April 2025[6]

Faktor utama yang memicu penurunan ini adalah pengumuman tarif yang luas dari Presiden Trump pada Rabu lalu, termasuk tarif setinggi 49% pada beberapa ekonomi Asia, dengan China menghadapi bea masuk baru sebesar 34%[4].

Sesi Tengah Eropa 🏰

  • STOXX 600: Turun 5,64-6%, menuju sesi terburuknya sejak pandemi[3]
  • DAX (Jerman): Merosot 6,19-9,5%, dengan perdagangan awal menunjukkan kerugian besar[7][3]
  • CAC 40 (Prancis): Turun 6,20%, dengan penurunan yang terjadi di berbagai sektor[3]
  • FTSE 100 (Inggris): Melemah 4-5,55%, melanjutkan penurunan 7% minggu lalu[7]

Saham perbankan terpukul sangat keras, dengan bank-bank Eropa turun 8,5% secara keseluruhan[9]. Penjualan massal semakin intensif setelah China membalas dengan tarif 34% untuk barang-barang Amerika dan ancaman tindakan balasan dari Uni Eropa jika negosiasi dengan Washington gagal[8].

Pre-Market AS 🇺🇸

  • Futures S&P 500: Turun 2,5-4%, mengindikasikan kerugian besar berkelanjutan[1][2]
  • Futures Nasdaq: Melemah 3,1-5%, menyusul konfirmasi Jumat lalu yang menunjukkan masuk ke wilayah bear market[1][2]
  • Futures Dow: Turun 2,1-4%, memperpanjang kerugian signifikan minggu lalu[1][2]

Trump tetap teguh dalam pendekatan dagangnya, menyatakan pada hari Minggu bahwa “kadang-kadang Anda harus minum obat”[4]. Ekspektasi pasar telah bergeser drastis ke arah pemotongan suku bunga Fed, dengan probabilitas 70% kini ditetapkan untuk pemotongan pada bulan Mei[5].

Aset Utama 💰

  • Mata Uang 💱: USD/JPY turun ke 145,93, EUR/USD di 1,0921, sementara USD/IDR mencapai rekor tertinggi Rp 17.261[10][11]
  • Obligasi 📜: Futures Treasury melonjak satu poin penuh saat investor mencari instrumen aman, dengan imbal hasil obligasi pemerintah turun tajam[5][12]
  • Komoditas 🛢️: Harga minyak turun sekitar 6%, dengan penurunan komoditas luas akibat kekhawatiran resesi[9]
  • Crypto 🪙: Bitcoin turun di bawah $80.000 ke $75.699 (-3,43%), sementara cryptocurrency lain mengalami penurunan lebih tajam[9]

Penutupan Pasar 🔒

Pasar Indonesia masih tutup hari ini (7 April) dan akan dibuka kembali besok (8 April) setelah libur panjang Idul Fitri[6].

Sentimen & Risiko 7 April 2025 🧠

Sentimen risiko global mengalami kemerosotan, dengan indeks volatilitas VIX melonjak ke 45,31, level tertingginya sejak awal pandemi COVID[9]. Indikator volatilitas jangka pendek menunjukkan lonjakan lebih dramatis, dengan VIX1D mencapai 81,89 (+142,06%) dan VIX9D di 57,17 (+67,65%)[9].

Risiko utama saat ini meliputi:

  1. Eskalasi perang dagang global, dengan Trump menuntut kompensasi finansial dari Eropa dan mempertahankan tekanan tarif meskipun pasar bereaksi negatif[4][3]
  2. Meningkatnya kekhawatiran resesi, dengan JPMorgan menaikkan estimasi probabilitas resesi menjadi 60% dan Goldman Sachs meningkatkan proyeksinya dari 35% menjadi 45%[7][5]

Konteks Pasar Indonesia 🇮🇩

IHSG telah ditutup untuk libur Idul Fitri sejak 27 Maret, ketika ditutup naik 0,59% di level 6.510, level tertingginya sejak 14 Maret[6]. Ketika dibuka kembali besok (8 April), IHSG akan menghadapi tekanan signifikan akibat gejolak pasar global yang terjadi selama penutupannya.

Rupiah Indonesia mencapai level terendah sepanjang masa, menyentuh Rp 17.261 per USD menurut data Refinitiv, menandai posisi terlemahnya dalam sejarah[10]. BCA e-Rate menunjukkan kurs jual USD di Rp 16.950 dan kurs beli di Rp 16.600[10]. Menurut peneliti UII Listya Endang Artiani, depresiasi tajam ini disebabkan oleh faktor eksternal (penguatan USD akibat kebijakan Fed) dan ketidakstabilan pasar global pasca pengumuman tarif Trump[10].

Saham yang Bergerak Signifikan 📊

Asia 🌏

  • Mizuho Financial Group: Turun 11,3% di Jepang, mewakili tekanan pada saham keuangan di tengah kekhawatiran resesi[1]
  • Mitsubishi UFJ Financial Group: Melemah 9,9% karena investor mengkhawatirkan dampak ekonomi global[1]
  • Alibaba Group Holdings: Turun 10% di Hong Kong sejalan dengan melemahnya sektor teknologi[2]

Eropa 🏛️

  • Deutsche Bank: Merosot 9,77%, memimpin penurunan sektor perbankan di Eropa[9]
  • Societe Generale: Turun 11%, mencerminkan tekanan berat pada saham keuangan Eropa[9]

AS (Pre-market) 🇺🇸

Berdasarkan penutupan Jumat dan pergerakan futures hari ini, raksasa teknologi seperti Tesla (-10,42% Jumat), Nvidia (-7,36% Jumat), dan Apple (-7,29% Jumat) diperkirakan akan menghadapi tekanan berlanjut[9].

Prospek & Agenda Penting 🔮

Agenda penting yang tersisa hari ini termasuk pidato anggota Fed Kugler yang akan diawasi secara ketat untuk mencari sinyal kemungkinan respon kebijakan darurat[9]. Pasar juga akan memantau laporan Kepercayaan Bisnis NAB Australia Maret[9].

Untuk sesi perdagangan AS mendatang, diperkirakan akan terjadi volatilitas ekstrem dengan tekanan penurunan signifikan. Pelaku pasar semakin berspekulasi tentang kemungkinan pemotongan suku bunga darurat dari bank sentral, dengan futures Fed fund kini menunjukkan probabilitas sekitar 70% untuk pemotongan suku bunga Mei meskipun sebelumnya Ketua Powell menunjukkan keengganan[5].

Pergeseran mendadak dalam ekspektasi kebijakan moneter ini menegaskan tingkat keparahan krisis pasar saat ini, ketika investor menimbang dampak inflasi dari kebijakan tarif terhadap risiko resesi global yang semakin besar.

[email protected] (Tim Riset Pasar)

Daftar Pustaka:

Disclaimer ⚠️

Artikel ini bukan merupakan nasihat keuangan. Jika Anda seorang Muslim, Anda sebaiknya memeriksa kesesuaian dengan Syariah terlebih dahulu. Karena bantuan AI dalam penulisan artikel ini, data dan analisis dapat tidak akurat atau salah. Anda harus melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi ini (DYOR – Do Your Own Research).


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar