🌏 Pasar global saat ini mengalami gejolak signifikan akibat meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Ketegangan ini telah memicu penjualan secara luas di berbagai kelas aset. Di Asia, pasar telah mengalami penurunan drastis 📉 hingga mengaktifkan circuit breakers di beberapa bursa. Sementara itu, pasar Eropa diperkirakan akan dibuka dengan penurunan tajam karena dampak kebijakan tarif Presiden Trump yang terus menyebar dalam sistem keuangan global.
3 Poin Penting untuk 07 April 2025:
- 🔥 Penjualan pasar global semakin intensif seiring dengan reaksi investor terhadap pengumuman tarif menyeluruh dari Presiden Trump dan balasan China berupa tarif 34% pada seluruh impor AS. Situasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang penuh dan potensi resesi global[1][2][3].
- 💹 Safe-haven assets menguat di tengah gejolak pasar. Yen Jepang mengalami apresiasi signifikan terhadap dolar AS karena investor mencari aset yang lebih aman, mengindikasikan kekhawatiran mendalam tentang prospek pertumbuhan ekonomi global[4].
- 📉 Pasar Eropa menghadapi prospek pembukaan yang merugi menyusul penurunan tajam pada hari Jumat. Data futures menunjukkan tekanan penurunan akan berlanjut, karena konflik perdagangan berpotensi mengganggu pemulihan ekonomi dan memberikan tekanan tambahan pada bank-bank sentral[2][3].
📸 Snapshot Pasar (Tengah Hari Asia & Pra-Buka Eropa) untuk 07 April 2025:
🌏 Pasar Asia:
- 🇯🇵 Nikkei 225 Jepang turun drastis, memicu circuit breakers ketika jatuh hampir 9% sebelum pulih sedikit untuk diperdagangkan turun 7,1% pada sesi tengah hari[5][4].
- 🇹🇼 Taiex Taiwan memicu circuit breakers setelah penurunan mengkhawatirkan sebesar 9,8% pada pembukaan karena perdagangan dilanjutkan setelah akhir pekan panjang[5].
- 🇰🇷 Kospi Korea Selatan turun 5,5%, sementara 🇦🇺 ASX 200 Australia turun 6,3%, memasuki wilayah koreksi dengan penurunan 11% dari puncaknya pada Februari[1][4].
- ⏸️ Penghentian perdagangan diterapkan di beberapa pasar Asia untuk menghentikan penjualan panik, dengan circuit breaker Jepang menghentikan perdagangan selama 10 menit[5].
🇪🇺 Setup Eropa:
- 📊 Futures Eropa menunjukkan pembukaan yang suram menyusul penjualan pada hari Jumat yang melihat Stoxx 600 pan-Eropa turun sekitar 5%[2][3].
- 📉 Kerugian hari Jumat mendorong beberapa indeks utama Eropa ke wilayah koreksi, dengan benchmark turun lebih dari 10% dari rekor tertinggi Maret[3].
- 🏦 Saham perbankan kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan berat setelah menjadi yang paling tertinggal pada hari Jumat, dengan Indeks Stoxx 600 Banks turun hingga 10%[3].
🌐 Indikator Global:
- 🇺🇸 Futures AS menandakan kelemahan lebih lanjut dengan futures S&P 500 turun 4,2%, futures Dow turun 3,5%, dan futures Nasdaq anjlok 5,3%[4].
- 🛢️ Harga minyak terus merosot dengan minyak mentah AS turun 4% menjadi $59,49 per barel, mencapai level terendahnya sejak April 2021[4].
- 💰 Bitcoin telah anjlok ke sekitar $78.000, turun 6% dalam 24 jam, dengan Crypto Fear & Greed Index menunjukkan “extreme fear” pada skor 23[7].
- 💱 Dolar AS melemah menjadi 145,98 yen Jepang dari 146,94, mencerminkan status yen sebagai safe-haven selama gejolak pasar[4].
🇮🇩 Fokus Indonesia (Sesi Tengah) untuk 07 April 2025:
- 📈 IHSG mengalami tekanan signifikan sejalan dengan pasar regional lainnya, mencerminkan sentimen risk-off global yang meluas. Kondisi ini terjadi setelah penutupan positif pada Kamis lalu menjelang libur Lebaran, di mana indeks berhasil naik 0,59% ke level 6.510,62[8].
- 💸 Rupiah dibuka dengan pelemahan tajam, terkoreksi 251 poin atau 1,51% ke level Rp16.904 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.653. Pelemahan ini terjadi karena investor global beralih ke safe-haven assets di tengah ketidakpastian[6].
- 📝 Para analis pasar menyoroti bahwa pelemahan rupiah terutama disebabkan oleh respons negatif dari negara-negara yang terdampak kebijakan tarif timbal balik AS, serta kekhawatiran akan memburuknya kondisi ekonomi global akibat eskalasi ketegangan perdagangan[6].
📊 Saham yang Bergerak untuk 07 April 2025:
🌏 Penggerak Asia yang Menonjol:
- 🖥️ Saham teknologi di seluruh wilayah menanggung beban terberat dari penjualan, dengan perusahaan semikonduktor Taiwan terkena dampak paling parah karena eksposur mereka terhadap rantai pasokan global dan potensi gangguan dari konflik perdagangan[5].
- 🏭 Eksportir Jepang menghadapi tekanan berat karena penguatan yen mengancam untuk mengikis pendapatan luar negeri, memperparah kerugian dari kekhawatiran perang dagang[5][4].
🇪🇺 Saham Eropa yang Perlu Diperhatikan:
- 🏦 Bank-bank Eropa akan diamati ketat setelah memimpin kerugian pada hari Jumat, dengan indeks FTSE MIB Italia yang didominasi perbankan turun 7,3%[3].
- 🏗️ Rheinmetall AG dan Thyssenkrupp, yang telah berkinerja lebih baik berdasarkan ekspektasi peningkatan pengeluaran pertahanan Eropa, mungkin mengalami peningkatan volatilitas saat investor menilai kembali prospek pertumbuhan di tengah gejolak perdagangan[9].
⚠️ Pemeriksaan Risiko & Sentimen untuk 07 April 2025:
- 🚨 Sentimen risk-off yang definitif mendominasi pasar global, dengan ukuran volatilitas melonjak secara signifikan[7].
- 📈 Indeks volatilitas VIX ditutup pada level tertingginya sejak crash COVID 2020 pada hari Jumat, mencerminkan kecemasan dan ketidakpastian investor yang ekstrem[7].
- 😨 Pelaku pasar khawatir bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan dapat memicu resesi global, dengan mantan Perdana Menteri Italia Enrico Letta menggambarkan pengumuman tarif Trump sebagai “kegilaan murni”[2].
👀 Apa Selanjutnya Hari Ini untuk 07 April 2025:
- 🔍 Pasar akan memantau secara ketat setiap pernyataan dari pembuat kebijakan global mengenai potensi respons terhadap gejolak pasar dan ketegangan perdagangan.
- 🤝 Investor mengawasi kemungkinan perkembangan diplomatik antara AS dan China yang mungkin meredakan ketegangan dan menstabilkan pasar.
- 💰 Operasi moneter Indonesia untuk rupiah dan valuta asing tetap ditutup hari ini, dengan pedagang menunggu potensi hasil negosiasi yang mungkin melembutkan sikap Presiden Trump[6].
- 🏦 Dimulainya Rapat Komite Kebijakan Moneter Reserve Bank of India hari ini menambahkan lapisan fokus regional saat bank-bank sentral menimbang respons mereka terhadap ketidakpastian ekonomi yang berkembang[1].
Citations:
- [1] https://www.business-standard.com/markets/news/stock-market-trading-guide-apr-7-nikkei-hits-lower-limit-us-tariff-woes-125040700067_1.html
- [2] https://www.cnbc.com/2025/04/04/european-markets-open-to-close-tariff-turmoil-rocks-global-trade.html
- [3] https://www.energyconnects.com/news/renewables/2025/april/european-stocks-head-for-correction-after-china-tariffs-response/
- [4] https://spectrumlocalnews.com/tx/san-antonio/news/2025/04/07/asian-shares-have-nosedived-on-monday
- [5] https://www.ndtv.com/world-news/stock-market-today-japan-nikkei-taiwan-taiex-hit-circuit-breaker-donald-trump-tariffs-deepen-investor-panic-8104870
- [6] https://bisnis.espos.id/1-usd-to-idr-hampir-rp17000-nilai-tukar-rupiah-dibuka-melemah-pada-senin-pagi-2080439
- [7] https://www.fxleaders.com/news/2025/04/07/bitcoin-plunges-to-78000-as-trump-tariffs-trigger-global-market-turmoil/
- [8] https://bisnis.espos.id/tutup-perdagangan-terakhir-sebelum-libur-lebaran-2025-ihsg-menguat-2077645
- [9] https://www.forbes.com/sites/garthfriesen/2025/03/31/european-stocks-surge-ahead-of-wall-street-in-q1-2025/
DISCLAIMER: ⚠️ Artikel ini bukan merupakan nasihat keuangan. Bagi umat Muslim, disarankan untuk memeriksa kepatuhan Syariah terlebih dahulu. Karena bantuan AI dalam penulisan artikel ini, data dan analisis dapat menjadi tidak akurat atau salah. Pembaca harus melakukan penelitian mandiri (DYOR – Do Your Own Research). 🔍
Tinggalkan komentar