Analisis Pasar Umum – Harian – 8 April 2025 – Petang WIB

Pasar Asia mengalami rebound sementara Indonesia terus merugi di tengah ketegangan tarif yang berlangsung antara ekonomi-ekonomi besar. Pasar Eropa dan futures AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sell-off historis pada hari Senin, meskipun kekhawatiran investor masih tinggi saat mereka mengevaluasi dampak ekonomi potensial dari kebijakan tarif Trump yang semakin meluas.

1. Ringkasan Eksekutif untuk 8 April 2025 💼

  • Penutupan Pasar Asia: Pasar Asia secara luas pulih dengan Nikkei Jepang melonjak 6%, sementara pasar Indonesia justru melanjutkan penurunannya, merosot 7,71% di sesi pertama.
  • Sesi Pertengahan Eropa: Pasar Eropa menunjukkan ketahanan dengan indeks utama naik sekitar 1-1,5% di seluruh bursa utama, mencerminkan pembalikan teknikal setelah penurunan tajam hari Senin.
  • Persiapan Pre-Market AS: Futures AS menunjukkan potensi pemulihan, dengan futures S&P 500 dan Dow masing-masing naik 1,6% dan 1,9%, karena investor menilai kembali dampak langsung dari kebijakan tarif Trump.

2. Snapshot Pasar & Pendorong untuk 8 April 2025 📈

Penutupan Asia

  • Nikkei 225: +6%, pulih sebagian dari penurunan 8% pada hari Senin[1]
  • Hang Seng: +1%, pemulihan moderat setelah penurunan drastis 13% pada hari Senin[1]
  • Shanghai Composite: +1,4%, menunjukkan ketahanan[1]
  • IHSG (Indonesia): -7,71% ke level 6.008, memicu penghentian perdagangan sementara ketika turun lebih dari 9%[12]

Pasar Asia menunjukkan berbagai tingkat pemulihan setelah sell-off historis hari Senin, dengan Jepang memimpin rebound sementara Indonesia terus merosot. Pendorong utama tetap kebijakan tarif global Presiden Trump, dengan China bersumpah akan “berjuang sampai akhir” setelah ancaman pengenaan tarif tambahan 50% pada barang-barang Tiongkok[2].

Sesi Pertengahan Eropa

  • FTSE 100: +1,3%[1]
  • DAX (Jerman): +0,9%[1]
  • CAC 40 (Prancis): +1,3%[1]
  • Stoxx Europe 600: +1,2% dalam perdagangan pagi[3]

Pasar Eropa menemukan pijakan setelah gejolak hari Senin, dengan pergerakan positif di semua indeks utama. Uni Eropa telah mengisyaratkan kesiapan untuk menerapkan tindakan balasan terhadap tarif Trump, termasuk potensi pajak pada perusahaan digital[2].

Pre-Market AS

  • Futures S&P 500: +1,6%[3]
  • Futures Dow: +1,9%[3]
  • Futures Nasdaq: Naik hampir 1%[1]

Futures AS mengindikasikan potensi rebound pada pembukaan, meskipun trader tetap waspada setelah volatilitas luar biasa pada hari Senin. Dow mengalami fluktuasi poin intraday terbesar sepanjang sejarah, turun lebih dari 1.700 poin sebelum rally naik sebesar 2.595 poin[1].

Aset Utama

  • Mata Uang: Rupiah Indonesia menyentuh Rp16.800 per USD, mendorong Bank Indonesia untuk bersiap melakukan intervensi[4]
  • Obligasi: Yield obligasi Jerman 10 tahun turun 2 basis poin ke 2,594%, yield US Treasury 10 tahun turun 4 basis poin ke 4,14%[3]
  • Komoditas: Minyak Brent +0,6% ke $64,61, minyak WTI +0,7% ke $61,10[3]
  • Crypto: Bitcoin pulih secara signifikan dari level terendah minggu lalu[5]

3. Sentimen & Risiko untuk 8 April 2025 🔍

Sinyal stres pasar tetap tinggi meskipun ada pemulihan parsial hari ini. Indikator ketakutan Wall Street, indeks volatilitas VIX, melonjak ke 60 pada hari Senin—level tertingginya sejak Agustus—sebelum menetap di 46,98, tertinggi sejak April 2020[6].

Risiko utama tetap berpusat pada eskalasi ketegangan perdagangan, dengan China berjanji untuk “berjuang sampai akhir” dan Gedung Putih menolak seruan untuk jeda tarif[2]. UE sedang mempersiapkan langkah-langkah balasan senilai hingga $28 miliar pada impor AS[7], meningkatkan kekhawatiran tentang perluasan konflik perdagangan global.

4. Konteks Pasar Indonesia untuk 8 April 2025 🇮🇩

IHSG Indonesia berkinerja jauh lebih buruk dibandingkan rekan-rekan regionalnya, menutup sesi pertama turun 7,71% di level 6.008, mencapai level terendahnya sejak Mei 2021[8]. Perdagangan dihentikan sementara selama 30 menit pada pagi hari ketika indeks anjlok lebih dari 9%[8].

Rupiah melemah ke Rp16.800 per USD, mendorong Bank Indonesia untuk menyatakan kesiapannya melakukan intervensi di pasar mata uang[4]. Meskipun faktor global mendominasi sentimen, kekhawatiran domestik tentang potensi perubahan kerangka kebijakan ekonomi Indonesia, termasuk revisi UU TNI (militer), turut memperburuk kekhawatiran investor[9].

Seluruh sektor diperdagangkan di zona merah, dengan saham finansial terpukul keras: BRI (-10,6%), BCA (-10,5%), Telekomunikasi (-10,0%), dan Bank Mandiri (-9,8%)[8].

5. Saham yang Bergerak untuk 8 April 2025 🔎

Asia

  • GOTO (Indonesia): -14,46%, memimpin penurunan di antara saham-saham Indonesia[10]
  • Baidu (Hong Kong): +12,11%, mendorong kenaikan sektor teknologi di Hong Kong[11]

Eropa

  • Vistry Group: +5,4%, berkinerja baik di pasar Eropa[3]
  • Siemens Energy: +5,0%, menunjukkan kekuatan di tengah ketidakpastian pasar yang lebih luas[3]

Pre-Market AS

  • Penggerak signifikan: Data penggerak pre-market spesifik untuk 2025 tidak tersedia dalam hasil pencarian, meskipun volatilitas historis hari Senin mengindikasikan pergerakan tinggi akan berlanjut di antara saham-saham individual.

6. Prospek & Acara untuk 8 April 2025 📆

Kalender pertemuan Federal Reserve tidak menunjukkan rilis data ekonomi penting untuk hari ini, meskipun pelaku pasar akan memantau dengan cermat setiap pernyataan dari pejabat Fed mengenai kebijakan suku bunga di tengah gejolak pasar saat ini.

Untuk sesi perdagangan AS mendatang, volatilitas diperkirakan berlanjut karena pasar mengevaluasi apakah kenaikan futures pagi ini mewakili pemulihan berkelanjutan atau hanya pembalikan teknikal sementara. Komentar terbaru dari Menteri Perdagangan Lutnick bahwa “tarif akan segera diberlakukan… tarif sedang dalam perjalanan”[7] mengindikasikan ketegangan perdagangan akan bertahan, berpotensi membatasi pemulihan pasar yang signifikan.

Investor Indonesia sebaiknya bersiap menghadapi potensi volatilitas sesi kedua, dengan perhatian terfokus pada kemungkinan intervensi Bank Indonesia untuk menstabilkan Rupiah.

Kalender Pasar

  • Minggu ini: Data Indeks Harga Konsumen AS, notulen pertemuan Fed, dan sejumlah pidato pejabat Fed yang dapat memberikan wawasan tentang arah kebijakan moneter di tengah tekanan pasar akibat ketegangan perdagangan.

Briefing pasar ini didasarkan pada data yang tersedia per pukul 18.30 WIB, 8 April 2025.

Referensi:


⚠️ DISCLAIMER: Artikel ini bukan merupakan nasihat keuangan. Jika Anda seorang Muslim, Anda sebaiknya memeriksa kepatuhan Syariah terlebih dahulu. Karena menggunakan bantuan AI dalam penulisan artikel, data dan analisis dapat menjadi tidak akurat atau benar-benar salah (Anda harus memeriksa kembali – DYOR/Do Your Own Research). ⚠️


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar