Analisis Pasar Umum – Harian – 9 April 2025 – Petang WIB

Wah! Pasar keuangan global bergejolak hebat hari ini 💥 menyusul implementasi tarif menyeluruh dari Trump, termasuk tarif besar 104% pada impor Tiongkok. Langkah ini semakin memperburuk penjualan besar-besaran yang sudah berlangsung sejak minggu lalu. Pasar di seluruh Asia dan Eropa langsung terjun bebas, dengan dampak negatif yang terus merambat ke perdagangan pre-market AS.

Ringkasan Eksekutif untuk 9 April 2025 🔍

  • Penutupan Pasar Asia: 🗾 Sebagian besar indeks Asia ditutup lebih rendah secara signifikan hari ini, dengan Nikkei Jepang turun 3,93% dan pasar Taiwan anjlok 5,8% saat tarif timbal balik Trump terhadap Tiongkok secara resmi berlaku, sementara pasar domestik Tiongkok menunjukkan ketahanan yang mengejutkan.
  • Mid-Session Eropa: 🇪🇺 Saham Eropa memperpanjang kerugian selama perdagangan mid-session, dengan pasar mencerna baik dampak langsung dari tarif maupun kekhawatiran resesi yang mendekat karena UBS sekarang memprediksi resesi teknis untuk eurozone pada paruh kedua 2025.
  • Setup Pre-Market AS: 🇺🇸 Futures saham AS menunjukkan penurunan tajam lainnya, dengan futures Dow dilaporkan turun sekitar 750 poin karena S&P 500 berada di ambang secara resmi memasuki bear market, menandai penurunan dramatis 20% dari level tertinggi Februari.

Snapshot Pasar & Pendorong untuk 9 April 2025 📈

Penutupan Asia

  • Jepang: 🗾 Nikkei 225 ambruk 3,93% ke level 31.714,03 setelah sempat terjun hingga 5% dalam satu hari perdagangan[1]
  • Taiwan: 🇹🇼 Indeks Taiex terjun bebas 5,8%, menjadi “juara” kerugian di kawasan Asia[1]
  • Hong Kong: 🇭🇰 Hang Seng justru naik tipis 0,7%, sedikit menghibur setelah kemarin hancur 13%[1][2]
  • Tiongkok: 🇨🇳 Shanghai Composite memberikan kejutan dengan kenaikan 1,3%, kemungkinan karena “tangan Tuhan” alias intervensi pemerintah[1][5]
  • Korea Selatan: 🇰🇷 KOSPI terperosok 1,7% ke 2.293,70, resmi masuk “kandang beruang” alias bear market (sudah turun 20% dari puncaknya)[1][2]
  • Indonesia: 🇮🇩 IHSG masih terpukul di awal perdagangan, sedang berjuang di area support 5.650-5.900[4]

Mid-Session Eropa

  • 🇪🇺 Pasar Eropa melanjutkan “tarian merah” dari sesi sebelumnya, gagal mempertahankan angin segar pemulihan kemarin
  • 🇬🇧 FTSE 100 Inggris, 🇩🇪 DAX Jerman, dan 🇫🇷 CAC 40 Prancis semua babak belur karena hantu tarif Trump lebih menakutkan daripada secercah optimisme dari rally kemarin[3]
  • 🏦 UBS mengambil gunting dan memotong perkiraan pertumbuhan, sekarang meramalkan eurozone akan mengalami “resesi teknis” di paruh kedua 2025 dengan pertumbuhan GDP cuma 0,5% (dipangkas dari 0,9%)[3]

Pre-Market AS

  • 📉 Futures saham AS berantakan, dengan futures Dow terpuruk sekitar 750 poin (2%)[2]
  • 💻 Futures S&P 500 melorot 2,2% dan futures Nasdaq terseret 2,5%, membuktikan saham teknologi masih jadi “bulan-bulanan” aksi jual investor[2]
  • 🐻 S&P 500 sudah di ambang bencana bear market, dengan penurunan 20% dari puncak 19 Februari dalam tujuh minggu saja – nyaris mencetak rekor sebagai penurunan tercepat kedua menuju status bear market sepanjang tujuh dekade sejarah indeks[2]

Aset Utama

  • Mata Uang: 💱 USD/IDR mencetak rekor suram baru di level 16.957, bahkan lebih parah dari titik terlemah selama Krisis Moneter 1998[8]. Sementara itu, Yen Jepang dan franc Swiss menjadi “pelabuhan aman” yang diburu investor[9]
  • Obligasi: 📜 Anehnya, yield Treasury AS 10-tahun justru naik menembus 4,3% di tengah badai pasar, karena banyak investor panik melepas obligasi di tengah volatilitas gila-gilaan[2]
  • Komoditas: 🛢️ Harga minyak babak belur, dengan WTI merosot di bawah $57 per barel (level terendah sejak Februari 2021) karena ketakutan resesi merajalela[2]. Sebaliknya, emas terus bersinar mendekati rekor tertinggi sepanjang masa saat investor berbondong-bondong mencari aset aman[2]

Sentimen & Risiko untuk 9 April 2025 😰

VIX (si “pengukur ketakutan”) masih melambung tinggi di level 40, bukti nyata bahwa pasar masih dirundung cemas luar biasa[6]. Sentimen risk-off alias “kabur dulu ah” mendominasi pasar global saat investor pusing memikirkan dua hal besar:

  1. Perang Dagang Makin Panas: ⚔️ Tarif bombastis 104% ala Trump terhadap Tiongkok sudah resmi berlaku dan negara-negara mulai membalas, membuat pasar was-was akan perang dagang berkepanjangan dengan efek domino yang sulit diprediksi[2]
  2. Hantu Resesi Mengintai: 📉 Kepala ekonom JP Morgan sudah membunyikan alarm resesi AS akibat tarif, dengan prediksi pengangguran bisa tembus 5% akhir 2025. Mereka tegas menyatakan “kami sekarang yakin GDP riil akan berkontraksi tertekan oleh tarif”[7]

Konteks Pasar Indonesia untuk 9 April 2025 🇮🇩

IHSG masih babak belur dan terus berjuang di area support 5.650-5.900 setelah kemarin ambruk dramatis 7,9% sampai terpaksa dihentikan sementara (trading halt)[4]. Indeks kita sudah melorot 15,31% sejak awal tahun 2025, kalah telak dibanding pasar Asia lainnya[4].

Rupiah Indonesia mencetak rekor suram, ambles ke titik terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar AS, turun 0,5% ke level 16.957 per dolar dalam perdagangan intraday. Level ini bahkan lebih parah dari titik terlemah Krisis Moneter 1998 yang legendaris itu[8]. Yield obligasi pemerintah 10-tahun naik 4 basis poin menjadi 7,12% karena investor minta “bayaran lebih tinggi” untuk risiko yang makin menakutkan[8].

Bank Indonesia sudah berjanji akan “turun gunung” dengan intervensi agresif di pasar mata uang untuk menjaga rupiah, termasuk intervensi di pasar offshore di Asia, Eropa, dan New York, plus membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder[9]. Sementara itu, para analis CELIOS memperingatkan tanpa intervensi signifikan, rupiah berpotensi terjun bebas lebih jauh ke level mengerikan 17.200-17.800 per dolar[9].

Saham yang Bergerak untuk 9 April 2025 📊

Asia

  • Bank Singapura: 🏦 Trio bank Singapura kelimpungan: DBS tumbang 10,6%, OCBC ambles 7%, dan UOB terperosok 8,8%, membuat miliaran dolar nilai pasar mereka lenyap dalam sekejap[10]
  • Rekomendasi Indonesia: 🇮🇩 Di tengah badai pasar, analis BNI Sekuritas masih berani merekomendasikan PANI, BRMS, ADRO, SMIL, BRIS, dan PTRO sebagai saham yang layak dibidik hari ini[4]

Eropa

  • Rolls-Royce: ✈️ Tampil sebagai “pahlawan” di FTSE 100 dengan lonjakan 6,1% kemarin dan masih tegar hari ini saat pasar lain babak belur[3]
  • Saham Pertahanan: 🛡️ Pabrik senjata seperti BAE Systems jadi primadona, melesat 5,2% kemarin saat investor berbondong-bondong kabur ke sektor defensif[3]

Pre-Market AS

  • 💻 Saham teknologi sepertinya akan kena “bogem mentah” paling keras dilihat dari futures Nasdaq yang anjlok, melanjutkan posisinya sebagai “juru kunci” penurunan pasar[2]
  • 🏭 Saham-saham siklikal yang terkait perdagangan global bersiap-siap untuk “dihantam badai” tarif Trump yang baru diterapkan[7]

Prospek & Acara untuk 9 April 2025 🔮

Pasar masih akan terus “goyang dangdut” saat dampak penuh tarif Trump mulai terasa. Dua hal penting yang perlu diperhatikan hari ini:

  1. 🗣️ Semua telinga menunggu pernyataan dari Tim Trump soal negosiasi tarif. Menteri Keuangan Scott Bessent sudah bocorkan bahwa lebih dari 70 negara sudah menelepon Gedung Putih minta “diajak ngobrol”[3]
  2. 🏦 Federal Reserve mungkin akan terpaksa melakukan sesuatu, karena pasar mulai bertaruh Fed akan memangkas suku bunga lebih agresif untuk menyelamatkan ekonomi dari jurang resesi

Perdagangan di Wall Street dipastikan tetap “seperti rollercoaster”, dengan S&P 500 di ujung tanduk bear market. Mungkin akan ada rally jangka pendek dari aksi short-covering (menutup posisi short), tapi untuk pemulihan serius, kita butuh tanda nyata bahwa perang dagang akan mereda.

Untuk investor Indonesia, tetap waspada adalah jalan terbaik. Meski Bank Indonesia sudah siap “pasang badan” untuk rupiah, sentimen pasar secara keseluruhan masih akan tetap suram dalam waktu dekat selama perang dagang masih memanas[4][9].

Kutipan:

DISCLAIMER ⚠️

Artikel ini BUKAN merupakan nasihat keuangan. Jika Anda seorang Muslim, Anda sebaiknya memeriksa kesesuaian dengan prinsip Syariah terlebih dahulu. Karena bantuan AI dalam penulisan artikel ini, data dan analisis dapat tidak akurat atau sepenuhnya salah. Anda harus melakukan riset Anda sendiri (DYOR – Do Your Own Research).


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar