Dalam 24 jam terakhir, kita menyaksikan perubahan dramatis pada sentimen pasar global menyusul kejutan penyesuaian kebijakan tarif oleh Presiden Trump. 🔄 Briefing ini menganalisis dampak perkembangan terbaru terhadap pasar dan menyajikan wawasan bagi investor yang bernavigasi di lingkungan perdagangan saat ini, terutama di pasar Asia dan Indonesia.
3 Poin Penting untuk 10 April 2025 🔑
- Penundaan Tarif Pemicu Rally Historis: 🚀 Pengumuman Presiden Trump mengenai penundaan tarif timbal balik selama 90 hari telah menyulut salah satu rally pasar saham terbesar sejak 2008, dengan S&P 500 melonjak 9,5% dalam satu sesi perdagangan. Ini memperlihatkan bagaimana kebijakan perdagangan saat ini sangat mempengaruhi sentimen pasar dan menggambarkan tingkat volatilitas yang perlu dihadapi investor dalam situasi geopolitik sekarang[1].
- Gold Tetap Bullish Secara Struktural Meski Bergejolak: 💰 Walaupun harga gold mengalami fluktuasi signifikan sepanjang April—mencapai $3.139 sebelum terkoreksi ke level $3.012—fundamental gold masih menunjukkan arah positif. Lembaga keuangan terkemuka seperti Bank of America dan Deutsche Bank telah meningkatkan proyeksi harga 2025 mereka menjadi $3.063 dan $3.139, mengindikasikan berlanjutnya permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian perdagangan global[2][3][4].
- Pasar Indonesia Masih Tertekan: 🇮🇩 Di saat pasar global merayakan kelonggaran tarif, pasar Indonesia justru terus mengalami tekanan. IHSG ditutup pada level 5.967,98 kemarin (turun 0,47%), dan rupiah masih menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Kontras ini menunjukkan bahwa faktor-faktor domestik tampaknya lebih berpengaruh daripada perbaikan sentimen global bagi investor Indonesia[5][6].
Ringkasan Arah Pasar untuk 10 April 2025 📈📉
Pasar global kini menunjukkan momentum positif yang kuat menyusul kebijakan penundaan tarif Trump. Kebijakan ini berhasil mengembalikan sebagian dari $10 triliun nilai pasar yang lenyap selama sell-off minggu lalu[1]. Saham-saham AS telah berbalik arah secara dramatis setelah mengalami salah satu periode terburuk dalam beberapa dekade, dengan sektor teknologi dan sektor yang sensitif terhadap perdagangan memimpin pemulihan[7]. Harga gold tetap mempertahankan prospek bullish walau sempat bergejolak, dengan support di sekitar level $3.000 yang terbukti kokoh karena bank-bank sentral terus melakukan akumulasi[2][3].
Pasar cryptocurrency memperlihatkan sinyal beragam. Bitcoin diperdagangkan sekitar $77.525 (turun 1,79% dalam 24 jam) namun diperkirakan akan tetap berada dalam range bullish antara $1,70-$1,90[8]. Sementara itu, pasar Indonesia masih menghadapi tekanan berkelanjutan. IHSG kesulitan mendapatkan daya dorong positif dan rupiah terus mengalami tekanan depresiasi, setelah sebelumnya menyentuh Rp 17.217 terhadap dolar—level yang mengingatkan pada krisis keuangan Asia 1997-1998[6].
Review Penutupan Pasar AS untuk 10 April 2025 🇺🇸
Rally historis kemarin melihat S&P 500 mencatat kinerja terbaiknya sejak 2008, melonjak 9,5% dan menandai kenaikan paling substansial ketiga sejak Perang Dunia II. 🏆 Dow Jones Industrial Average melompat 7,87% untuk ditutup di 40.608,45, sementara Nasdaq mendapatkan kenaikan mengesankan 12,16%, mencapai peningkatan satu hari tertingginya sejak Januari 2001[7][1].
Partisipasi pasar luar biasa, dengan sekitar 30 miliar saham berpindah tangan—hari perdagangan paling aktif yang pernah dicatat di Wall Street berdasarkan data 18 tahun[7]. Saham yang telah menghadapi tekanan besar karena ketidakpastian perang dagang memimpin rebound, dengan Apple dan Nvidia masing-masing melonjak lebih dari 15% dan hampir 19%, sementara saham Tesla meningkat lebih dari 22%[7].
Pembalikan dramatis ini terjadi setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengklarifikasi bahwa semua negara kecuali Cina akan kembali ke tarif dasar 10%, jauh berkurang dari tarif tinggi yang sebelumnya mengganggu pasar[7]. Namun, analis memperingatkan bahwa tarif belum hilang, dengan tarif Cina sekarang mencapai 125%, dan ketidakpastian tetap ada tentang apa yang akan terjadi ketika penundaan 90 hari berakhir[7].
Penilaian Pre-Market Asia untuk 10 April 2025 🌏
Futures ekuitas Asia menunjuk lebih tinggi setelah rally AS, menunjukkan pembukaan positif untuk sebagian besar pasar regional[1]. Namun, perdagangan akan lebih ringan dari biasanya karena pasar saham India tetap tutup hari ini untuk Mahavir Jayanti, mempengaruhi operasi BSE dan NSE[9].
Data inflasi Cina untuk Maret 2025 akan dirilis hari ini, dengan ekspektasi untuk deflasi tingkat grosir yang berkelanjutan dan inflasi konsumen yang diharapkan year-over-year tetapi deflasi month-over-month[10]. Data ini dapat secara signifikan mempengaruhi sentimen pasar, terutama jika menyimpang dari ekspektasi, mengingat sensitivitas tinggi terhadap indikator ekonomi selama ketegangan perdagangan.
Mata uang regional mungkin melihat beberapa stabilisasi setelah volatilitas baru-baru ini, meskipun yen dan franc Swiss stabil dalam perdagangan awal Kamis setelah melemah terhadap dolar pada hari Rabu[1]. Di Indonesia, IHSG dibuka di 5.971,14 kemarin, turun 0,42% dari level sebelumnya 5.978,44, menunjukkan kehati-hatian berkelanjutan meskipun rally global[11].
Fokus Pasar Indonesia untuk 10 April 2025 🇮🇩
Rupiah telah mengalami tekanan signifikan, menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia dengan penurunan 2,8% terhadap dolar. 📉 Strategis mata uang MUFG Lloyd Chan telah memperingatkan rupiah bisa jatuh ke sekitar Rp 17.100 dalam beberapa bulan mendatang jika sentimen pasar terus dipengaruhi oleh kekhawatiran tarif[6].
Pasar Indonesia telah menarik perhatian internasional, dengan Al Jazeera menyoroti penurunan rupiah ke level terendah yang mengingatkan pada krisis keuangan Asia 1997-1998[6]. Sejak pelantikan presiden baru Indonesia pada Oktober 2024, rupiah telah terdepresiasi sekitar 8% terhadap dolar, mencerminkan kekhawatiran tentang kepemimpinan dan manajemen ekonomi[6].
Secara domestik, sebagian besar sektor di IDX terus menurun kemarin, dengan sektor material dasar melemah 3,07%, cyclicals turun 2,24%, energi turun 1,43%, teknologi menurun 1,32%, properti menurun 0,34%, dan non-cyclicals turun 0,25%[5]. Foreign outflows telah memperburuk kelemahan ini, meskipun indeks tertentu seperti IDX30 berhasil naik 0,08%, Sri-Kehati meningkat 0,56%, dan LQ45 menguat 0,24%[5].
Saham yang Perlu Diperhatikan untuk 10 April 2025 👀
- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI): 🏦 BBRI memasuki cum date dividend hari ini dan ditutup kemarin pada level Rp 3.630—titik terendahnya sejak 28 Februari 2025. Kondisi ini menghadirkan peluang menarik bagi investor yang mencari potensi kenaikan valuasi sekaligus pendapatan dividen, terlebih dengan harga saham saat ini yang terlihat atraktif di tengah kelemahan pasar secara umum[14].
- Apple (AAPL): 🍎 Apple mengalami kehilangan nilai 15,9% hanya dalam dua hari setelah pengumuman tarif awal Trump—menghapus lebih dari setengah triliun dolar dari kapitalisasi pasarnya. Namun, saham ini kemudian rebound dengan impresif, mencatat kenaikan 15%. Pantau terus pemulihan berkelanjutannya seiring investor mengevaluasi ulang dampak kebijakan tarif yang direvisi terhadap rantai pasokan global dan eksposur Cina[7][16].
- PI Advanced Materials: 🧪 Saham ini diperdagangkan 46,9% di bawah estimasi fair value sebesar ₩29.405,26 meskipun telah menunjukkan turnaround yang menguntungkan. Dengan proyeksi pertumbuhan earning sebesar 34,2% per tahun, perusahaan Korea Selatan yang berspesialisasi dalam material berbasis polyimide ini menawarkan potensi peluang value di pasar Asia[15].
Penilaian Risiko untuk 10 April 2025 ⚠️
Risiko pasar jangka pendek termasuk potensi volatilitas setelah gejolak pasar dramatis minggu lalu. Meskipun rally kemarin, ketidakpastian tetap ada tentang keberlanjutan rebound, terutama karena investor mencerna implikasi penundaan tarif 90 hari[7][1]. Peningkatan signifikan dalam tarif Cina menjadi 125% bisa memicu tindakan balasan lebih lanjut, dengan kementerian keuangan Cina sudah mengumumkan tarif 34% pada semua barang AS efektif hari ini[13].
Rilis data inflasi harga konsumen AS hari ini bisa mengenalkan volatilitas tambahan jika angka menyimpang dari ekspektasi, terutama mengingat kehati-hatian Federal Reserve baru-baru ini tentang efek inflasi tarif[12][13]. Untuk pasar Indonesia secara khusus, kelemahan rupiah berkelanjutan menimbulkan risiko terhadap sektor yang bergantung pada impor dan perusahaan dengan utang berdenominasi dolar, berpotensi memperpanjang underperformance pasar meskipun sentimen global membaik[6].
Melihat ke Depan untuk 10 April 2025 🔮
Acara kunci yang perlu diperhatikan hari ini termasuk rilis data inflasi harga konsumen Maret oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS dan dengar pendapat Komite Perbankan Senat AS tentang nominasi Michelle Bowman sebagai Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan[12]. Respons Cina terhadap peningkatan tarif akan dipantau secara ketat untuk potensi eskalasi atau keterlibatan diplomatik.
Untuk investor Indonesia, cum dividend date BBRI mungkin membawa peningkatan aktivitas perdagangan di sektor keuangan[14]. Sementara itu, volume perdagangan mungkin lebih ringan di pasar Asia karena liburan India[9]. Seiring pasar mencerna rally dramatis kemarin, investor harus tetap waspada terhadap potensi profit-taking dan bersiap untuk volatilitas berkelanjutan saat dunia menyesuaikan diri dengan lanskap tarif baru, meskipun sementara.
Catatan Referensi 📚
- [1] https://www.swissinfo.ch/eng/stocks-soar,-bonds-twist-after-tariff-reprieve:-markets-wrap/89140555
- [2] https://www.ebc.com/forex/gold-price-forecast-april–time-to-buy-or-sell
- [3] https://www.reuters.com/markets/commodities/bofa-raises-gold-price-forecasts-2025-2026-2025-03-26/
- [4] https://www.reuters.com/markets/commodities/hsbc-raises-gold-price-forecasts-amid-geopolitical-tensions-2025-04-03/
- [5] https://infobanknews.com/belum-mampu-rebound-ihsg-ditutup-turun-047-persen/
- [6] https://www.kompas.com/tren/read/2025/04/09/153000565/kata-pengamat-asing-soal-anjloknya-nilai-tukar-rupiah-dan-ihsg?page=all
- [7] https://www.cnbc.com/2025/04/08/stock-market-today-live-updates-.html
- [8] https://www.bittime.com/blog/prediksi-harga-bitcoin-10-april-2025
- [9] https://economictimes.com/markets/stocks/news/stock-market-holiday-on-april-10-are-nse-bse-open-or-closed-tomorrow-on-mahavir-jayanti-2025/articleshow/120116697.cms
- [10] https://www.forexlive.com/news/make-the-economic-calendar-in-asia-great-again-thursday-april-10-2025-20250409/
- [11] https://infobanknews.com/ihsg-kembali-dibuka-melemah-042-persen-ke-level-5-971/
- [12] https://www.coindesk.com/daybook-us/2025/04/09/crypto-daybook-americas-bitcoin-downside-risks-linger-despite-china-s-readiness-for-talks
- [13] https://www.reuters.com/markets/us/wall-street-futures-lose-ground-after-china-retaliates-against-us-tariffs-2025-04-04/
- [14] https://www.cnbcindonesia.com/research/20250409154917-128-624633/ingat-besok-bbri-masuk-cum-date-dividen-segini-besarannya
- [15] https://finance.yahoo.com/news/asian-markets-top-3-stocks-040746353.html
- [16] https://www.investopedia.com/dow-jones-today-04042025-11709025
Disclaimer ⚠️
Artikel ini BUKAN merupakan nasihat keuangan. Bagi Anda yang beragama Islam, sangat disarankan untuk memeriksa kesesuaian dengan prinsip Syariah terlebih dahulu sebelum melakukan keputusan investasi. Perlu diingat bahwa artikel ini disusun dengan bantuan AI, sehingga data dan analisisnya berpotensi tidak akurat atau bahkan keliru. Selalu lakukan verifikasi menyeluruh dan penelitian mandiri (DYOR – Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan investasi.
Tinggalkan komentar