Analisis Pasar Umum – Harian – 11 April 2025 – Petang WIB

Ringkasan Eksekutif untuk 11 April 2025 💼

Pasar Asia ditutup dengan hasil beragam hari ini karena China 🇨🇳 secara dramatis meningkatkan ketegangan perdagangan dengan menaikkan tarif pada barang-barang AS hingga 125%. Nikkei Jepang mengalami kerugian signifikan sementara IDX Composite Indonesia 📈 berhasil mencatat kenaikan moderat. Bursa Eropa 🇪🇺 bergerak dengan sentimen campuran di pertengahan sesi, dengan FTSE 100 berhasil melawan tren regional dan mencatat kenaikan, sementara indeks kontinental berjuang karena ECB berjanji menggunakan instrumen moneter untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah gejolak tarif. Futures saham AS 🇺🇸 menunjukkan tanda-tanda penguatan marjinal meskipun mengalami penjualan tajam pada hari Kamis, karena investor menantikan laporan pendapatan bank dan data ekonomi, meski perang tarif AS-China yang semakin meningkat terus membayangi sentimen pasar.

Snapshot Pasar & Faktor Penggerak untuk 11 April 2025 🔍

Penutupan Asia 🌅

Pasar Asia-Pasifik menampilkan kinerja beragam pada penutupan hari ini, merefleksikan dampak kompleks dari ketegangan perdagangan yang meningkat. IDX Composite Indonesia 📈 mencatat kenaikan 0,43%, menunjukkan daya tahan yang baik dengan sektor keuangan, pertanian, dan industri dasar tampil sebagai pendorong utama kenaikan tersebut[1]. Sementara itu, Nikkei 225 Jepang 📉 tertekan dengan penurunan 3%, melanjutkan respons negatifnya terhadap kebijakan tarif Trump[2]. Di Hong Kong, Hang Seng berhasil naik 1,1%, mengindikasikan adanya divergensi regional dalam sentimen investor[2]. Narasi utama yang mempengaruhi pasar Asia masih berkisar pada kebijakan tarif Presiden Trump dan dampaknya terhadap ekonomi regional, dengan langkah dramatis China yang menaikkan tarif barang-barang AS hingga 125% semakin meningkatkan kekhawatiran tentang perdagangan global[2].

Pertengahan Sesi Eropa 🇪🇺

Di kawasan Eropa, pasar menampilkan pergerakan beragam pada pertengahan sesi seiring investor mencerna perkembangan terbaru dalam ketegangan tarif global. Indeks Stoxx Europe 600 yang mewakili pasar pan-Eropa melemah 0,4%, dengan DAX Jerman terpuruk hingga 1,32%[3]. Namun FTSE 100 Inggris berhasil melawan arus dengan kenaikan 0,51%, didukung oleh penguatan saham-saham pertambangan yang mendapat dorongan dari lonjakan harga emas[3][4]. CAC 40 Prancis tercatat melemah 0,49%[3]. Dari sisi sektoral, saham makanan, properti, dan ritel mengalami penguatan tipis, sementara saham minyak dan teknologi tertinggal[3]. Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde telah menegaskan komitmen ECB untuk menggunakan instrumen moneter guna mempertahankan stabilitas harga dan keuangan sebagai respons terhadap kebijakan tarif AS[3].

Pre-Market AS 🇺🇸

Di Amerika Serikat, futures saham menunjukkan tanda-tanda pembukaan yang moderat positif setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis. Futures Nasdaq menguat 0,2% setelah terkoreksi dalam 4,3% pada sesi sebelumnya, sementara futures S&P 500 dan Dow juga mencatatkan kenaikan tipis[2]. Sentimen pasar masih terpusat pada eskalasi situasi tarif, dengan langkah China yang menaikkan tarif pada produk-produk AS hingga 125% sebagai balasan terhadap kebijakan tarif Trump[2]. Para investor kini menantikan publikasi data inflasi grosir dan laporan sentimen konsumen hari ini, bersamaan dengan pengumuman hasil kinerja kuartal pertama dari bank-bank utama, termasuk JPMorgan Chase yang tampil kuat dalam perdagangan pra-pasar setelah melaporkan hasil yang melampaui ekspektasi analis[2].

Aset Utama 💰

Pergerakan mata uang menunjukkan pelemahan dolar Amerika dengan US Dollar Index Futures turun 1,35% ke level 99,25[1]. Rupiah menunjukkan sedikit penguatan terhadap greenback dengan USD/IDR diperdagangkan pada 16.783,30, turun 0,01%[1]. Sementara itu, SGD/IDR berada di sekitar 12.650, merefleksikan dinamika nilai tukar regional[5].

Di pasar obligasi, yield acuan obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun bergerak lebih rendah mendekati level 2,53%[3], sedangkan yield US Treasury cenderung stabil saat investor mencerna perkembangan situasi tarif global.

Emas 🥇 tampil cemerlang dengan gold futures melesat 1,79% ke rekor tertinggi sepanjang masa di level $3.234,45 per troy ounce, didorong oleh aliran dana ke aset safe-haven[1]. Sebaliknya, Brent crude oil futures sedikit melemah 0,05% ke $63,30 per barel[3].

Di sektor cryptocurrency 💎, Bitcoin tetap tangguh diperdagangkan di atas $82.500, menunjukkan daya tahan di tengah volatilitas pasar yang lebih luas[2].

Jadwal Pasar 📅

Bursa Efek Indonesia kembali beroperasi normal hari ini setelah sebelumnya ditutup untuk libur Idul Fitri selama beberapa hari dalam minggu ini (4-7 April)[6].

Sentimen & Risiko untuk 11 April 2025 🎭

Sentimen risiko global masih diselimuti kehati-hatian tinggi, tercermin dari indeks volatilitas Euro Stoxx 50 yang naik 1,6% ke level 37,83 – mengindikasikan ekspektasi volatilitas di atas rata-rata untuk pasar Eropa dalam 30 hari mendatang[3]. Pembacaan yang jauh di atas level 20 ini menjadi sinyal kuat bahwa gejolak pasar akan terus berlanjut. Fenomena flight to safety semakin terlihat jelas dari lonjakan harga emas ke rekor tertinggi baru seiring upaya investor mencari perlindungan dari volatilitas di pasar saham[1].

Saat ini, pasar global terfokus pada dua risiko utama: pertama, eskalasi cepat perang tarif antara AS dan China yang mengancam kelancaran perdagangan global dan prospek pertumbuhan ekonomi. Kedua, kekhawatiran akan resesi yang semakin menguat, ditandai dengan langkah Goldman Sachs yang baru-baru ini menaikkan probabilitas terjadinya resesi dari 35% menjadi 45%[7]. Dengan situasi ini, pasar tetap sangat responsif terhadap setiap perkembangan dalam negosiasi perdagangan maupun indikasi perlambatan ekonomi.

Konteks Pasar Indonesia untuk 11 April 2025 🇮🇩

Pasar saham Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan IDX Composite menguat 0,43% hari ini, menutup perdagangan dengan nada positif setelah bergejolak hebat di awal minggu[1]. Pencapaian ini patut diapresiasi mengingat indeks sempat terjun bebas ke level 5.963 pada Selasa (8 April) – titik terendah sejak Mei 2021 – yang bahkan memicu penghentian sementara aktivitas perdagangan (trading halt)[8][9]. Kinerja positif hari ini memperlihatkan daya tahan pasar modal Indonesia di tengah volatilitas kawasan.

Di pasar valuta asing, Rupiah mencatatkan penguatan tipis terhadap Dolar AS dengan USD/IDR turun 0,01% ke level 16.783,30[1]. Meski stabilitas mulai terlihat, mata uang Garuda ini masih rentan terhadap dinamika ketegangan perdagangan global. Terhadap mata uang regional lainnya, performa Rupiah beragam, tercatat AUD/IDR naik 1,01% ke 10.445,13[1]. Stabilisasi nilai tukar yang terjadi saat ini terjadi setelah periode kekhawatiran yang intens, di mana sebelumnya analis mencatat bahwa Goldman Sachs telah memprediksi Rupiah akan menjadi “mata uang dengan kinerja terburuk di Asia”[10]. Namun, perkembangan hari ini mengindikasikan mulai berkurangnya tekanan jangka pendek terhadap Rupiah.

Saham yang Bergerak untuk 11 April 2025 📈📉

Asia 🌏

Di lantai bursa Indonesia, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk tampil sebagai bintang dengan lonjakan spektakuler 28,07%, ditutup pada harga 73,00[1]. Mandom Indonesia Tbk juga mencatatkan kinerja mengesankan dengan penguatan 21,97%, menutup perdagangan di level 1.860,00[1]. Namun tidak semua beruntung, Catur Sentosa Adiprana Tbk terpuruk 13,51% ke 320,00, menyentuh level terendahnya dalam 3 tahun terakhir[1].

Eropa 🇪🇺

Di Inggris, sektor pertambangan memimpin reli kenaikan seiring melonjaknya harga emas, dengan saham Fresnillo naik 6% dan Endeavour Mining menguat 5%[4]. BP PLC berhasil memangkas kerugian sebelumnya sehingga hanya terkoreksi 1%[4]. Sementara itu, saham-saham sektor perjalanan menghadapi tekanan, ditandai dengan International Consolidated Airlines Group (pemilik British Airways) yang turun 2,4%[4].

AS (Pre-market) 🇺🇸

JPMorgan Chase menunjukkan tren positif dalam perdagangan pre-market menyusul laporan kuartalan yang melampaui proyeksi analis, memberikan potensi sentimen positif bagi sektor keuangan secara keseluruhan[2]. Sementara itu, saham-saham teknologi utama masih berada dalam pengawasan ketat investor setelah mengalami penjualan tajam pada hari Kamis.

Outlook & Agenda untuk 11 April 2025 🔮

Kalender ekonomi hari ini masih menyimpan beberapa rilis data penting, termasuk laporan inflasi grosir AS yang diproyeksikan mengalami sedikit kenaikan pada Maret, serta laporan sentimen konsumen University of Michigan yang diperkirakan kembali melemah[2]. Pelaku pasar akan mencermati kedua indikator tersebut untuk mendeteksi tanda-tanda tekanan ekonomi akibat ketegangan perdagangan global.

Di lini korporasi, kalender pendapatan didominasi oleh laporan keuangan dari bank-bank utama AS, termasuk JPMorgan Chase, Wells Fargo, Morgan Stanley, Blackrock, dan Bank of New York Mellon[7].

Melihat berbagai indikator saat ini, sesi perdagangan Wall Street kemungkinan akan dimulai dengan nada positif moderat namun tetap diwarnai volatilitas tinggi. Meski hasil JPMorgan yang melampaui ekspektasi berpotensi menyokong sektor keuangan, ketegangan perdagangan yang terus memanas antara AS dan China akan terus menekan sentimen pasar. Para investor akan terus memantau dengan seksama setiap perkembangan dalam negosiasi perdagangan, dengan lebih dari 50 negara dilaporkan telah menghubungi Gedung Putih untuk pembicaraan terkait situasi tarif[7]. Arah pasar secara keseluruhan akan sangat ditentukan oleh interpretasi terhadap data ekonomi hari ini serta perkembangan terbaru dalam situasi tarif yang terus berevolusi.

Referensi: 📚

Disclaimer ⚠️

Artikel ini bukan merupakan nasihat keuangan. Bagi Anda yang beragama Islam, sangat disarankan untuk memeriksa kepatuhan terhadap prinsip Syariah terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan investasi apapun. Perlu diingat bahwa artikel ini disusun dengan bantuan teknologi AI, sehingga terdapat kemungkinan data dan analisis yang disajikan tidak akurat atau bahkan keliru. Sebelum membuat keputusan finansial, selalu lakukan riset independen Anda sendiri (DYOR – Do Your Own Research).


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar