Berita Mingguan – Sektor Halal Global – 12 April 2025

Ringkasan: Sektor keuangan Islam menunjukkan pertumbuhan luar biasa dan inovasi teknologi minggu ini. IPO Pakistan bernilai $170 juta yang Shariah-compliant dan transaksi rantai pasok Islam digital pertama Arab Saudi menegaskan kuatnya permintaan pasar untuk produk keuangan etis yang mematuhi prinsip-prinsip Islam.

Perkembangan Keuangan yang Memecahkan Rekor

Pakistan Mengumpulkan $170 Juta dalam IPO Dana Islam Terbesar

Lucky Investments Limited berhasil mengumpulkan Rs50 miliar ($170 juta) selama Initial Public Offering dari Lucky Islamic Money Market Fund pada 9 April, menandai peluncuran reksa dana terbesar dalam sejarah Pakistan. Subscription yang memecahkan rekor ini menunjukkan permintaan yang kuat untuk produk keuangan Islam dan menetapkan Lucky Investments sebagai pemain penting dalam Asset Management Industry Pakistan. Perusahaan ini berencana memperkenalkan lebih banyak reksa dana Shariah-compliant di masa depan, berdasarkan kepercayaan luar biasa yang ditunjukkan investor di seluruh negeri[1].

Arab Saudi Mempelopori Supply Chain Finance Islam Digital

Saudi Awwal Bank (SAB) dan United Pharmaceuticals telah berhasil melaksanakan transaksi off-balance sheet end-to-end digital Islamic supply chain finance pertama di Arab Saudi pada 9 April. Terobosan ini memungkinkan pembayaran awal otomatis dengan diskon bagi pemasok strategis United Pharmaceuticals melalui platform rantai pasok SAB yang ditingkatkan, yang kini mengakomodasi transaksi Islam dengan fitur Shariah-compliant. Solusi baru ini secara signifikan mengurangi waktu pemrosesan manual dari hitungan jam menjadi menit sambil tetap mematuhi prinsip-prinsip Islam[2].

Ekspansi Pasar Internasional 🌍

Vietnam Merencanakan Reformasi untuk Memasuki Pasar Halal Global

Vietnam perlu memperkuat ekosistem produk Halal untuk memenuhi permintaan global yang terus bertumbuh, menurut para ahli dan pejabat yang dikutip Vietnam News Agency pada 8 April. Negara ini memiliki potensi besar di pasar Halal global yang bernilai sekitar US$3 triliun, dengan bahan baku melimpah yang cocok untuk produksi Halal seperti kopi, beras, makanan laut, dan produk pertanian. Namun, pasokan saat ini hanya memenuhi sekitar 10% dari permintaan pasar, menciptakan “peluang emas” bagi produsen Vietnam untuk berekspansi ke sektor yang menguntungkan ini[3].

Makau Menargetkan Negara-negara Islam dalam Strategi Pariwisata

Macao Government Tourism Office (MGTO) mengumumkan pada 10 April rencana untuk meningkatkan promosi yang ditujukan pada negara-negara Islam, khususnya negara-negara Gulf Cooperation Council. Setelah kunjungan dan seminar terbaru di Dubai dan Arab Saudi, Direktur MGTO Maria Helena de Senna Fernandes menyatakan bahwa Makau perlu bertransformasi untuk melayani pengunjung Muslim dengan menyediakan lebih banyak pilihan makanan Halal dan fasilitas hotel “Muslim-friendly”. Edisi ke-13 Macao International Travel Expo akan mencakup fitur khusus yang mempromosikan makanan Halal dan lokakarya tentang sertifikasi Muslim-friendly untuk industri perhotelan[4].

Kenya akan Menjadi Tuan Rumah Expo Bisnis Halal

Sharia Compliance and Halal Business Expo 2025 dijadwalkan berlangsung di Sarit Centre di Nairobi, Kenya dari 28-29 April, diakhiri dengan makan malam gala dan Excellence & Appreciation Awards Ceremony pada 30 April. Diumumkan pada 10 April, acara ini bertujuan membekali stakeholder dengan pengetahuan tentang tren dan peluang terbaru di pasar Halal, yang bernilai lebih dari $2 triliun secara global dan diproyeksikan melebihi $3 triliun pada tahun 2030. Forum ini akan mengumpulkan pemangku kepentingan utama di seluruh Kenya dan Afrika Timur untuk mengeksplorasi keuangan Islam, produk bersertifikat Halal, dan investasi etis[5].

Sektor dan Pasar yang Berkembang

Produk Cryptocurrency Shariah-compliant Menunjukkan Permintaan Kuat

Permintaan pasar untuk produk cryptocurrency Shariah-compliant mencapai level tinggi pada tahun 2025, namun pemasok gagal mengimbangi kebutuhan yang meningkat, menurut studi yang diterbitkan pada 10 April. Pasar crypto halal terus tumbuh dengan laju 10% setiap tahun dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2033, menarik lebih banyak individu Gen Z dari latar belakang Muslim bersamaan dengan peningkatan adopsi di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Beberapa platform terkemuka yang sedang mengembangkan sektor crypto halal termasuk Caiz, Goldsand (sebelumnya Inshallah Finance), HAQQ Network, MRHB Network, dan Sidra Chain[6].

Pasar Skincare Halal Asia Tenggara Menunjukkan Potensi Pertumbuhan

Laporan penelitian komprehensif tentang South East Asia Halal Skincare Market yang diterbitkan pada 10 April oleh Coherent Market Insights menyoroti peluang pertumbuhan signifikan di sektor khusus ini. Laporan tersebut menganalisis pemain utama termasuk Amara Halal Cosmetics, Andalou, Clara International Beauty Group, dan COSMECCA KOREA, membagi pasar berdasarkan jenis produk (krim, lotion, bedak, semprotan), saluran penjualan (online dan offline), dan pengguna akhir (pria, wanita, unisex). Analisis pasar yang rinci ini mencerminkan meningkatnya permintaan konsumen untuk produk perawatan pribadi bersertifikat halal di wilayah tersebut[7].

Berita Perusahaan dan Regulasi

Pedagang Grosir Makanan Menghadapi Tuduhan Klaim Daging Halal Palsu

Hamil Miah, mantan pemilik Universal Food Wholesale Limited di Cardiff, hadir di Merthyr Tydfil Crown Court pada 11 April dituduh secara palsu mendistribusikan daging halal ke bisnis di Wales selatan. Jaksa penuntut mengklaim bahwa perusahaan Miah memasok ayam yang tidak halal ke restoran dan tempat makanan cepat saji di Cardiff, Newport, dan Blaenau Gwent, serta tidak melakukan uji tuntas saat memberi label pada produk makanannya. Miah membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa perusahaannya memasok makanan kering tetapi bukan ayam, dan menyarankan bahwa pekerja di ruang pemotongan harus bertanggung jawab jika terjadi praktik yang tidak pantas[8].

Emirates Islamic Bank Menunjukkan Ketahanan di Tengah Volatilitas Pasar

Emirates Islamic Bank muncul sebagai salah satu pemenang terbesar di antara perusahaan berkapitalisasi besar di pasar UEA pada 7 April, naik 2,5% meskipun penurunan pasar yang lebih luas. Sementara pasar global menghadapi tekanan signifikan dari tarif Trump, pasar UEA menunjukkan ketahanan relatif, meskipun FADGI turun 2,6% dan DFMGI lebih dari 3% lebih rendah. Kinerja Emirates Islamic Bank menunjukkan kepercayaan investor yang berkelanjutan pada lembaga keuangan Islam bahkan selama periode volatilitas pasar[9].

Kepemimpinan Baru untuk Islamic Finance and Investment PLC

Md Nurul Azim telah ditunjuk sebagai Managing Director dari Islamic Finance and Investment PLC (IFI PLC) pada 7 April 2025. Sebelum penunjukan ini, Azim bekerja untuk SBAC Bank PLC sebagai Additional Managing Director dan Deputy Managing Director dengan lebih dari 24 tahun pengalaman perbankan dari berbagai institusi termasuk Premier Bank, Southeast Bank, dan National Bank. Kepemimpinannya hadir pada saat ekspansi di sektor keuangan Islam secara global, dan pengalamannya diperkirakan akan berkontribusi pada posisi strategis perusahaan di pasar yang sedang berkembang ini[10].

Daftar Referensi:

DISCLAIMER ⚠️ Artikel ini bukan merupakan nasihat keuangan. Jika Anda seorang Muslim, Anda sebaiknya memeriksa kesesuaian dengan prinsip Syariah terlebih dahulu. Karena artikel ini ditulis dengan bantuan AI, data dan analisis dapat tidak akurat atau sepenuhnya salah. Anda diharapkan melakukan verifikasi dan riset sendiri (DYOR – Do Your Own Research).


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar