Berita Mingguan – Sektor Teknologi – 12 April 2025

Minggu lalu, sektor teknologi global mengalami guncangan signifikan akibat kebijakan tarif “Liberation Day” dari administrasi Trump. China menghadapi tarif sebesar 125% setelah melakukan tindakan balasan, sementara perusahaan teknologi berusaha menyesuaikan strategi mereka untuk mengurangi dampak pada supply chain dan harga konsumen. Perubahan kebijakan ini telah memicu kenaikan harga, penundaan peluncuran produk, dan relokasi strategis manufaktur di berbagai lini bisnis teknologi.

Dampak Tarif Membentuk Ulang Lanskap Industri Teknologi 📈

Penerapan tarif Trump telah menciptakan konsekuensi langsung bagi produsen dan konsumen teknologi. Pada 9 April, tarif untuk barang impor mulai berlaku pada tengah malam, dengan China awalnya menghadapi tarif 104%[1]. Situasi berkembang cepat ketika pada sore harinya, sebagian besar negara menerima penundaan 90 hari, sementara China justru mengalami peningkatan tarif menjadi 125% setelah melakukan tindakan balasan. Meksiko dan Kanada juga tidak mendapatkan penundaan ini[1].

Industri teknologi merespons dengan cepat terhadap kebijakan tersebut:

  • Acer langsung mengumumkan kenaikan harga 10% sebagai dampak langsung dari tarif baru[1]
  • Apple diperkirakan akan menaikkan harga iPhone dan produk lainnya, dengan para analis mencatat bahwa “Tidak ada perusahaan yang lebih terdampak oleh Armageddon tarif ini daripada Apple”[1]
  • Framework untuk sementara menghentikan penjualan model laptop tertentu sebelum akhirnya melanjutkan pre-order setelah pengumuman penundaan 90 hari[1]
  • Nintendo menunda pre-order Switch 2 di pasar AS untuk waktu yang tidak ditentukan[1]
  • Razer mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh penjualan laptop langsung di Amerika Serikat[1]

Rangkaian reaksi ini menunjukkan betapa rentannya supply chain teknologi terhadap perubahan kebijakan perdagangan, terutama bagi perusahaan yang sangat bergantung pada fasilitas manufaktur di China.

Investasi AI Tetap Kuat Meskipun Pasar Bergejolak 🤖

Terlepas dari gejolak pasar akibat kebijakan tarif, sektor artificial intelligence terus menarik investasi besar dan mendorong pertumbuhan di seluruh industri teknologi. Saat ini, lima saham infrastruktur AI telah menjadi sorotan sebagai investasi yang menjanjikan: NVIDIA, Broadcom, Marvell, Jabil, dan Super Micro Computer[2].

NVIDIA terus mempertahankan posisi dominannya di pasar GPU generative AI. Perusahaan ini telah menjual lebih dari 3,6 juta GPU Blackwell ke berbagai cloud provider, meneruskan kesuksesan seri Hopper yang sebelumnya terjual lebih dari 1,3 juta unit[2]. Saat ini, NVIDIA sedang mempersiapkan peluncuran Blackwell Ultra pada paruh kedua 2025, dengan roadmap yang mengesankan mencakup Vera Rubin (2026), Rubin Next (2027), dan chip AI Feynman (2028)[2]. Perkembangan ini menandakan pergeseran penting dari model generative AI ke model reasoning AI yang membutuhkan kemampuan pemrosesan yang jauh lebih cepat.

Broadcom juga menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dalam bisnis AI-nya. Pendapatan dari divisi AI melonjak 220% year-over-year hingga mencapai $12,2 miliar, yang mewakili 41% dari total pendapatan semiconductor perusahaan[2]. XPU generasi berikutnya dengan teknologi 3 nanometer diperkirakan siap untuk pengiriman dalam volume besar pada paruh kedua tahun fiskal 2025[2].

OpenAI Mempersiapkan Peluncuran Model Besar 🧠

Menurut sumber anonim yang dikutip oleh The Verge, OpenAI berencana meluncurkan beberapa model AI baru, termasuk GPT-4.1, yang diperkirakan akan dirilis minggu depan[3]. Peluncuran ini akan menjadi pembaruan dari model GPT-4o yang diperkenalkan OpenAI tahun lalu. Selain model utama, OpenAI juga dilaporkan sedang mengembangkan versi yang lebih kecil seperti GPT-4.1 mini dan nano untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna[3].

Rencana peluncuran ini muncul di tengah proyeksi pertumbuhan finansial yang mengesankan. OpenAI memperkirakan pendapatannya akan meningkat tiga kali lipat menjadi $12,7 miliar pada 2025, terutama didorong oleh kinerja kuat dari software AI berbayarnya[3]. Meskipun perusahaan memproyeksikan belum akan mencapai positive cash flow hingga 2029, mereka tetap optimis dengan perkiraan pendapatan untuk 2026 yang melebihi $29,4 miliar[3].

TSMC Melaporkan Pendapatan Kuat di Tengah Permintaan Chip AI 🔧

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) melaporkan hasil kuartal pertama yang menggembirakan dengan pendapatan mencapai T$839,25 miliar ($25,55 miliar), angka yang melebihi perkiraan para analis pasar[4]. Sebagai pemasok utama untuk perusahaan teknologi terkemuka seperti NVIDIA, TSMC terus memperoleh keuntungan dari meningkatnya permintaan semiconductor canggih yang didorong oleh perkembangan AI[4].

Meski demikian, perusahaan juga menghadapi tantangan di bidang regulasi. TSMC berpotensi menghadapi penalti sebesar $1 miliar atau bahkan lebih untuk menyelesaikan investigasi kontrol ekspor AS terkait chip yang diproduksi untuk prosesor AI Huawei[4]. Situasi ini menjadi contoh nyata dari kompleksitas lingkungan geopolitik yang harus dinavigasi oleh perusahaan semiconductor yang beroperasi di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan China.

Perkembangan Enterprise Tech 🏢

TCS Mencapai Tonggak Pendapatan $30 Miliar

Tata Consultancy Services (TCS), raksasa di bidang IT services, baru saja mencapai prestasi penting dengan melampaui angka $30 miliar dalam pendapatan tahunan. Perusahaan melaporkan pendapatan Q4FY25 sebesar ₹64.479 crore, meningkat dari ₹61.237 crore pada periode yang sama tahun fiskal sebelumnya[5]. CEO dan MD K Krithivasan mengamati adanya peningkatan signifikan dalam adopsi AI. Pertumbuhan tertinggi terlihat pada service lines Internet of Things/Digital Engineering, enterprise solutions, dan AI.Cloud[5].

HPE Meluncurkan Private Cloud AI di India

Hewlett Packard Enterprise (HPE) memperkenalkan HPE Private Cloud di India, sebuah solusi cloud AI yang terintegrasi penuh. Solusi ini dirancang untuk memungkinkan perusahaan mengembangkan dan menerapkan aplikasi generative AI dan AI agent dengan lebih efisien[5]. Sebagai solusi turnkey, platform ini menggabungkan teknologi AI computing, networking, dan software NVIDIA dengan AI storage, compute, dan HPE GreenLake cloud dari HPE[5]. Tujuan utama dari platform ini adalah menyederhanakan proses deployment, monitoring, dan optimalisasi workload AI bagi bisnis-bisnis di India.

HCLTech Bermitra dengan Google untuk Solusi Agentic AI

HCLTech, perusahaan IT services terkemuka, telah meluncurkan serangkaian solusi Agentic AI melalui kemitraan strategis dengan Google Cloud. Kolaborasi ini bertujuan membantu perusahaan memaksimalkan business value dari landscape digital mereka[5]. Dengan mengintegrasikan Google Agentspace dan framework agentic, HCLTech berhasil menciptakan platform terpadu dimana AI agent dengan kemampuan reasoning, acting, dan adaptation dapat berinteraksi secara mulus dengan berbagai data dan aplikasi[5].

Update Teknologi Mobile 📱

WhatsApp Memperkenalkan Fitur Baru

Update WhatsApp April 2025 membawa sejumlah kemampuan baru yang memperkaya pengalaman pengguna platform ini. Fitur utama yang ditambahkan meliputi video notes dan transkrip voice message untuk Channels[6]. Selain itu, update ini juga menghadirkan QR code, enhanced admin tools, dan emoji reaction tambahan yang dirancang untuk meningkatkan user experience secara keseluruhan[6].

Samsung Merevisi Timeline Peluncuran Galaxy S25 Edge

Berdasarkan kebocoran industri terbaru, Samsung telah merevisi jadwal dan menunda peluncuran Galaxy S25 Edge hingga 13 Mei[7]. Di sisi lain, perusahaan ini juga sedang mengembangkan teknologi solid-state battery untuk lini perangkat wearable mendatang, termasuk Galaxy Watch 8 (yang akan dilengkapi dengan baterai lebih besar dibandingkan Watch 7), Watch 8 Classic, dan Watch Ultra 2[7].

vivo Mempersiapkan Peluncuran X200 Series

vivo telah menetapkan tanggal peluncuran untuk rangkaian produk terbarunya pada 21 April di China, yang meliputi X200s, X200 Ultra, Pad 5 Pro, Pad SE, dan Watch 5[7]. Khusus untuk X200 Ultra, perangkat ini akan menampilkan kemampuan kamera yang sangat mengesankan, termasuk lensa ultra-wide 50 MP LYT818, kemampuan perekaman 4K 120 FPS pada ketiga lensa belakang, serta dukungan 4K 10-bit log untuk kualitas video profesional[7].

Kesimpulan 🌐

Industri teknologi saat ini berada pada titik kritis dimana kebijakan tarif secara signifikan membentuk ulang supply chain global dan dinamika pasar. Meskipun dampak jangka pendek terlihat jelas dalam bentuk penyesuaian harga dan penundaan peluncuran produk, fundamental pertumbuhan di bidang infrastruktur AI dan solusi teknologi perusahaan tetap kuat. Hal ini menunjukkan ketahanan sektor teknologi dan komitmennya terhadap inovasi berkelanjutan.

Ke depan, perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebijakan perdagangan sambil tetap mempertahankan investasi strategis dalam teknologi canggih seperti AI, cloud computing, dan hardware generasi mendatang akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk memanfaatkan peluang dalam lanskap bisnis yang terus berkembang ini.

Daftar Pustaka:

DISCLAIMER ⚠️: Artikel ini bukan merupakan nasihat keuangan. Jika Anda seorang Muslim, Anda harus memeriksa kepatuhan Syariah terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan investasi. Karena penulisan artikel dibantu oleh AI, data dan analisis dapat tidak akurat atau bahkan salah. Anda sebaiknya melakukan pengecekan ulang dan riset mandiri (DYOR – Do Your Own Research).


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar