Sektor mineral penting saat ini menghadapi volatilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tiongkok menerapkan pembatasan ekspor untuk unsur logam tanah jarang, sementara AS memberlakukan tarif luas, menciptakan konflik perdagangan yang semakin meningkat. Situasi ini mengancam rantai pasokan global untuk teknologi energi bersih, sistem pertahanan, dan manufaktur industri.
Ketegangan Geopolitik Memengaruhi Pasar Sumber Daya 🌐
Tiongkok Membatasi Ekspor Mineral Penting
Sebagai respons terhadap tarif baru dari pemerintahan Trump, Tiongkok telah memotong ekspor dysprosium, terbium, tungsten, indium, dan yttrium. Elemen-elemen ini sangat penting untuk kendaraan listrik, turbin angin, dan sistem militer. Langkah ini merupakan eskalasi signifikan dalam perang dagang yang sedang berlangsung dan berdampak langsung pada sektor teknologi bersih dan pertahanan AS[1].
Kebijakan Trump Mengancam Rantai Pasokan Mineral Penting
Presiden Trump dengan perubahan kebijakan dan tarifnya yang luas sedang merusak rencana untuk memperluas produksi mineral penting di AS yang diperlukan untuk energi bersih. Pemerintahannya telah memberlakukan tarif 20% pada semua impor dari Tiongkok, mempertahankan kenaikan tarif lithium dari pemerintahan sebelumnya, dan memperkenalkan tarif 25% pada semua impor baja dan aluminium[2].
Ketegangan Perdagangan Global Meluas ke Kanada
Perselisihan tarif yang semakin intensif dengan Kanada menimbulkan risiko signifikan terhadap pasokan mineral penting. Pada tahun 2023, Kanada mengekspor mineral penting senilai $29,8 miliar ke AS, tetapi pasokan ini sekarang terancam oleh tarif baru. Perdana Menteri British Columbia bahkan mengancam akan menghentikan ekspor mineral ke AS sebagai tanggapan[2].
Kekurangan Sumber Daya dan Tantangan Industri 📊
Kelangkaan Helium Global Semakin Intensif
Kelangkaan helium global telah menjadi lebih akut pada tahun 2025, menciptakan tantangan signifikan di seluruh sektor kesehatan, teknologi, dan aerospace. Dengan permintaan yang diperkirakan akan berlipat ganda pada tahun 2035, industri semakin beralih ke metode daur ulang dan konservasi meskipun biaya investasi awal tinggi[3].
Pasokan Mineral Penting Gagal Mengimbangi Permintaan
OECD melaporkan bahwa pasokan mineral penting tidak mengimbangi pertumbuhan cepat dalam permintaan. Meningkatnya kebutuhan untuk teknologi hijau dan digital di negara-negara di seluruh dunia berarti bahwa negara-negara di semua tingkat pembangunan harus mengurangi tekanan pada ekstraksi primer melalui daur ulang dan praktik ekonomi sirkular[4].
Perkembangan Regulasi Industri Pertambangan ⚖️
Industri Pertambangan Ghana Melawan Pungutan Baru
Ghana Chamber of Mines menantang kenaikan Growth and Sustainability Levy pemerintah dari 1% menjadi 3%. Chamber berpendapat bahwa narasi tentang negara yang tidak sepenuhnya menangkap economic rent dari sumber daya alam tidak mencerminkan kontribusi sebenarnya dari industri pertambangan terhadap ekonomi nasional[5].
Penolakan Petani Australia Terhadap Pertambangan Tidak Dikabulkan
Petani Australia mengalami kekalahan dalam upaya menentang proyek pertambangan Hillside dari Rex Minerals, meskipun ada kekhawatiran serius tentang dampaknya pada lahan penghasil makanan. Para petani berpendapat bahwa pertambangan akan “mengubah topografi, curah hujan, angin, dan matahari,” yang memengaruhi produktivitas pertanian. Mereka menegaskan, “Kami tidak menginginkan kompensasi…kami menginginkan ketahanan pangan”[6].
Perkembangan Proyek dan Berita Korporasi 🏗️
Adriatic Metals Melaporkan Pertumbuhan Produksi Perak yang Kuat
Adriatic Metals melaporkan peningkatan 44% dalam produksi silver equivalent untuk Q1 2025, mencapai 1,3 juta silver equivalent ounces dibandingkan dengan 934.000 pada kuartal sebelumnya. Operasi penambangan Vareš perusahaan memiliki probable reserves sebesar 83 juta ounces perak dengan mine life selama 18 tahun[7].
Silver Mines Memajukan Proyek Bowdens
Silver Mines telah memulai program pengeboran sepanjang 2.000 meter di proyek perak Bowdens di Australia. Program ini bertujuan untuk mengumpulkan sampel untuk perencanaan tambang, termasuk memproduksi sampel konsentrat untuk potential offtake partners, sertifikasi transportasi, dan optimasi pengolahan tailings[7].
Sun Silver Meningkatkan Resource Estimate di Maverick Springs
Sun Silver telah meningkatkan JORC-compliant inferred mineral resource estimate pada proyek Maverick Springs lebih dari 13%. Proyek perak-emas di Nevada ini sekarang terdiri dari 479,8 juta silver equivalent ounces dari 218,54 juta ton bijih[7].
Kesimpulan 🔍
Sektor primer saat ini menghadapi tantangan geopolitik yang signifikan karena meningkatnya ketegangan perdagangan di antara kekuatan global utama. Pembatasan ekspor dan tarif menciptakan tantangan langsung bagi industri yang bergantung pada mineral penting, sementara kekurangan sumber daya seperti helium terus menekan berbagai sektor.
Di tengah situasi ini, perusahaan pertambangan terus memajukan proyek mereka meskipun menghadapi hambatan regulasi dan penolakan dari masyarakat. Dalam beberapa bulan ke depan, pasar bahan mentah kemungkinan akan terus mengalami volatilitas karena ketegangan ini berdampak pada rantai pasokan global.
Referensi:
- [1] https://cleantechnica.com/2025/04/05/china-just-turned-off-u-s-supplies-of-minerals-critical-for-defense-cleantech/
- [2] https://www.reuters.com/business/energy/trump-strategy-threatens-critical-mineral-supplies-clean-power-2025-04-07/
- [3] https://www.innovationnewsnetwork.com/exploring-the-helium-shortage-in-2025/57119/
- [4] https://www.oecd.org/en/topics/sustainable-mining-for-development.html
- [5] https://thebftonline.com/2025/04/11/mining-industry-pushes-back-against-new-3-levy/
- [6] https://arr.news/2025/04/08/farmers-mining-plea-rejected/
- [7] https://investingnews.com/biggest-asx-silver-stocks/
DISCLAIMER: Artikel ini bukan merupakan nasihat finansial. Untuk pembaca Muslim, silakan periksa kesesuaian dengan prinsip Syariah terlebih dahulu. Karena artikel ini ditulis dengan bantuan AI, data dan analisis dapat tidak akurat atau salah (Anda harus melakukan riset mandiri/DYOR – Do Your Own Research).
Tinggalkan komentar