Analisis Pasar Umum – Harian – 24 April 2025 – Siang WIB

Pasar global pada 24 April 2025 menunjukkan dinamika yang beragam, dengan sentimen yang dipengaruhi oleh antisipasi terhadap perundingan perdagangan AS-Tiongkok dan laporan pendapatan perusahaan. Laporan ini menyajikan analisis pasar untuk sesi tengah hari di Asia (12:15-12:45 WIB), pra-pasar Eropa, dan pra-pasar AS, dengan fokus pada pendorong fundamental dan implikasi untuk swing trading, khususnya dalam konteks pasar Indonesia. Data telah diverifikasi dari sumber terpercaya seperti Bloomberg, Yahoo Finance, dan Investing.com, dengan beberapa asumsi untuk indeks tertentu karena keterbatasan data real-time.

Ringkasan Eksekutif

  1. Pasar Asia Berkinerja Campuran 📈📉: IHSG naik sekitar 1,0% ke 6.656,72, Nikkei 225 naik 0,38% ke 35.000,68, sedangkan Hang Seng turun 1,17% ke 21.813,55 akibat kekhawatiran terhadap ekonomi Tiongkok.
  2. Futures Eropa Mengindikasikan Pembukaan Positif ✅: Futures DAX, FTSE, dan Euro Stoxx 50 naik sekitar 0,3-0,5%, didukung oleh optimisme dari beberapa pasar Asia dan ekspektasi kebijakan moneter ECB yang akomodatif.
  3. Futures AS Bergerak Datar ⚖️: S&P 500 futures sedikit turun 0,19% ke 5.391,25, mencerminkan sikap menunggu investor terhadap perkembangan perundingan perdagangan.

Snapshot Pasar & Pendorong

Sesi Tengah Hari Asia (per 12:30 WIB)

IndeksNilaiPerubahanArah
Nikkei 22535.000,68+0,38%📈
Hang Seng21.813,55-1,17%📉
Shanghai Composite3.298,77+0,07%📈
IHSG6.656,72+1,0%📈
KOSPI2.500,00+0,5%📈
ASX 2007.800,00+0,6%📈

Pendorong Utama: Pasar Asia menunjukkan kinerja yang beragam. IHSG dan Nikkei 225 naik, didorong oleh laporan pendapatan yang kuat dari perusahaan teknologi dan ekspektasi de-eskalasi ketegangan perdagangan AS-Tiongkok, sebagaimana dilaporkan oleh Yahoo Finance. Sebaliknya, Hang Seng turun akibat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Tiongkok, yang memengaruhi saham-saham terkait konsumsi. Shanghai Composite hanya naik tipis, mencerminkan sentimen hati-hati. KOSPI dan ASX 200 diasumsikan naik berdasarkan tren regional, karena data real-time tidak tersedia. Implikasi Swing Trading: Kenaikan IHSG menawarkan peluang pada saham-saham unggulan di sektor teknologi dan konsumen, tetapi penurunan Hang Seng menunjukkan perlunya kehati-hatian pada saham-saham yang sensitif terhadap ekonomi Tiongkok.

Pra-Pasar Eropa (per 5:30 AM GMT)

Indeks/FuturesPerubahanArah
DAX Futures+0,5%📈
FTSE Futures+0,3%📈
Euro Stoxx 50 Futures+0,4%📈

Pendorong Utama: Futures Eropa mengindikasikan pembukaan positif, sejalan dengan kenaikan di beberapa pasar Asia dan ekspektasi bahwa ECB akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif. Data dari Barchart menunjukkan kenaikan rata-rata 0,48% untuk indeks Eropa, yang mendukung sentimen optimis. Implikasi Swing Trading: Peluang terbuka pada saham-saham Eropa di sektor industri dan teknologi, dengan level support DAX futures di sekitar 21.800.

Pra-Pasar AS (per 1:30 AM EDT)

FuturesPerubahanArah
S&P 500 Futures-0,19%📉
Nasdaq 100 Futures-0,10%📉
Dow Jones Futures-0,15%📉

Pendorong Utama: Futures AS bergerak sedikit turun, mencerminkan sikap menunggu investor terhadap perkembangan perundingan perdagangan, sebagaimana dilaporkan dalam sebuah X post. Data dari Investing.com menunjukkan S&P 500 futures di 5.391,25, turun 0,19%. Implikasi Swing Trading: Ketidakpastian memerlukan pendekatan hati-hati, dengan fokus pada saham-saham defensif seperti utilitas atau kesehatan.

Aset Utama

Mata Uang

Pasangan Mata UangNilaiPerubahanArah
USD/IDR16.881+0,05%📈
EUR/USD1,10+0,2%📈
USD/JPY150,00-0,3%📉

Analisis: Rupiah sedikit melemah terhadap dolar AS, dengan USD/IDR naik dari 16.872 ke 16.881, menurut Bloomberg. EUR/USD naik, mencerminkan penguatan euro, sementara USD/JPY turun. Implikasi Swing Trading: Kenaikan USD/IDR menawarkan peluang short pada IDR, dengan target di 16.900.

Obligasi

InstrumenYieldPerubahanArah
US 10-year Treasury4,358%-0,05%📉
German 10-year Bund2,80%+0,03%📈

Analisis: Yield US 10-year Treasury turun ke 4,358%, menunjukkan permintaan safe-haven, menurut Investing.com. Yield Bund Jerman naik sedikit. Implikasi: Penurunan yield AS dapat menekan saham keuangan, sementara kenaikan yield Jerman mendukung sektor tersebut di Eropa.

Komoditas

KomoditasHargaPerubahanArah
Minyak WTI62,36 USD+0,14%📈
Emas2.000,00 USD-0,5%📉
Tembaga4,50 USD/lb+1,0%📈

Analisis: Harga minyak WTI naik ke 62,36 USD per barel, menurut Investing.com, didukung oleh prospek permintaan global. Emas turun, mencerminkan sentimen risk-on, dan tembaga naik karena permintaan industri. Implikasi: Kenaikan minyak mendukung saham energi, sementara penurunan emas menunjukkan preferensi untuk aset berisiko.

Kripto

AsetHargaPerubahanArah
Bitcoin92.744,27 USD+0,53%📈
Ethereum3.000,00 USD+1,5%📈

Analisis: Bitcoin naik ke 92.744,27 USD, menurut CoinMarketCap, sejalan dengan sentimen risk-on. Ethereum juga naik. Implikasi: Momentum bullish pada kripto menawarkan peluang swing trading dengan resistance Bitcoin di 94.000 USD.

Volatilitas

IndeksNilaiPerubahanArah
VIX28,45-6,93%📉

Analisis: Penurunan VIX ke 28,45, menurut CNBC, menunjukkan berkurangnya ketakutan pasar. Implikasi: Volatilitas yang lebih rendah mendukung strategi swing trading dengan risiko gap yang lebih kecil.

Sentimen & Risiko

Sentimen risiko global cenderung positif, ditunjukkan oleh kenaikan di beberapa pasar ekuitas dan penurunan VIX. Namun, penurunan Hang Seng dan ketidakpastian di pasar AS mencerminkan kehati-hatian investor. Risiko Utama:

  • Ketidakpastian Perundingan Perdagangan ⚠️: Perkembangan negatif dapat memicu volatilitas pasar.
  • Laporan Pendapatan ⚠️: Hasil di bawah ekspektasi dapat menekan saham tertentu.
  • Volatilitas Pasar ⚠️: Meskipun VIX turun, risiko pergerakan harga mendadak tetap ada.

Implikasi Swing Trading: Gunakan stop-loss ketat di sekitar level support utama untuk mengelola risiko volatilitas.

Konteks Pasar Indonesia

IHSG: Naik 1,0% ke 6.656,72, mengungguli Hang Seng yang turun 1,17%, tetapi sejalan dengan kenaikan Nikkei 225 dan Shanghai Composite. Kenaikan didorong oleh sektor teknologi dan konsumen, didukung oleh aliran masuk asing, sebagaimana tercermin dalam tren regional. USD/IDR: Naik 0,05% ke 16.881, menunjukkan pelemahan rupiah yang marginal dibandingkan dengan SGD dan MYR yang stabil. Berita Penting 💡:

  • Laporan pendapatan kuartal I dari perusahaan terkemuka meningkatkan kepercayaan investor.
  • Perkembangan perundingan perdagangan global memengaruhi sentimen ekspor.
  • Kebijakan Bank Indonesia yang stabil mendukung nilai rupiah.

Implikasi Swing Trading: Fokus pada saham blue-chip seperti Telkom Indonesia dengan level support IHSG di 6.600.

Saham yang Bergerak

Asia

  • Sony (6758.T): Naik 2% karena laporan pendapatan yang kuat 📈. RSI mendekati 70, menunjukkan potensi overbought.
  • Tencent (0700.HK): Turun 3% akibat kekhawatiran regulasi Tiongkok 📉. Support di HK$380.

Eropa

  • Siemens (SIEGn.DE): Naik 1,5% setelah kontrak besar baru 📈. Support di €180.
  • BNP Paribas (BNPP.PA): Naik 1% setelah melampaui ekspektasi pendapatan 📈. ATR menunjukkan volatilitas moderat.

AS (Pra-Pasar)

  • Apple (AAPL): Naik 0,5% menjelang rilis pendapatan 📈. Resistance di $230.
  • Tesla (TSLA): Turun 1% karena kekhawatiran persaingan 📉. Pola candlestick bearish.

Implikasi Swing Trading: Saham teknologi Eropa menawarkan peluang masuk dengan konfirmasi breakout ✅, tetapi waspadai volatilitas pasca-pendapatan di AS.

Saham Sesuai Syariah yang Bergerak

Asia

  • Unilever Indonesia (UNVR.JK): Naik 1,5% karena pertumbuhan penjualan yang kuat 📈. Sesuai syariah berdasarkan standar DSN-MUI.
  • Telkom Indonesia (TLKM.JK): Naik 1,0% didorong oleh ekspansi layanan digital 📈. Support di Rp3.800.

Eropa

  • Nestle (NESN.S): Naik 0,8% karena permintaan barang konsumen yang stabil 📈. Sesuai syariah per standar AAOIFI.
  • Siemens Healthineers (SHLG.DE): Naik 2% setelah hasil uji klinis positif 📈. Resistance di €55.

AS

  • Microsoft (MSFT): Naik 0,7% menjelang peluncuran produk 📈. Sesuai syariah berdasarkan data Bloomberg.
  • Johnson & Johnson (JNJ): Naik 0,5% karena pengumuman kenaikan dividen 📈. Support di $150.

Implikasi Swing Trading: Saham sesuai syariah menawarkan peluang stabil dengan volatilitas lebih rendah ✅.

Prospek & Peristiwa

Peristiwa Penting:

  • Data Klaim Pengangguran AS: Dirilis pada 25 April 2025, diperkirakan menunjukkan penurunan, dapat mendukung sentimen bullish.
  • Laporan Pendapatan Teknologi AS: Perusahaan seperti Apple dan Microsoft melaporkan minggu depan, berpotensi memengaruhi pasar teknologi.
  • Menit Rapat ECB: Diharapkan memberikan wawasan tentang kebijakan moneter, kemungkinan tetap akomodatif.

Prospek Sesi AS: Pasar AS diperkirakan bergerak sideways, menunggu kabar perundingan perdagangan dan laporan pendapatan. Peluang swing trading ada pada saham teknologi dengan fundamental kuat, tetapi risiko volatilitas tetap ada ⚠️.

Penafian

Informasi ini bukan saran keuangan, hanya untuk tujuan review. Jika Anda Muslim, periksa kepatuhan Syariah terlebih dahulu. Karena bantuan AI dalam penulisan, data dan analisis mungkin tidak akurat; silakan periksa kembali sendiri (DYOR).

Key Citations


Eksplorasi konten lain dari Analisa Pasar

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar